Bagikan
Grafik perkembangan ODPdan PDP di Jepara

JEPARA (SUARABARU.ID) –  Dalam situs resmi Satgas,   corona.jepara.go.id. yang diunggah Kamis  26 Maret 2020 jam 15.18 WIB disebutkan, Orang Dalam Pemantauan  (ODP) berjumlah  45 orang dan Pasien Dalam Pengawasan total 11 orang yang 10 diantaranya  masih di rawat di rumah sakit.

Sedangkan sehari sebelumnya, situs resmi Sargas,  corona.jepara.go.id. yang diunggah Rabu 25 Maret 2020 jam 18.12 WIB disebutkan, Orang Dalam Pemantauan  (ODP) adalah  37 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya sama, 11 orang.

Namun dalam situs tersebut tidak ada keterangan di rumah sakit mana 10 orang pasien PDP itu dirawat. Jumlah ini belum termasuk pasien yang dirawat di luar wilayah

Dengan demikian pasien dengan kategorii ODP terdapat kenaikan dibandingkan Rabu lalu  sebanyak 8 orang. Ada spekulasi, kenaikan ini akibat banyaknya warga Jepara yang kembali ke kampung halamannya setelah Jakarta menjadi pusat penyebaran virus corona di Indonesia.

dr Tri Adi Kuriawan, Sp.P, M.Kes, FISR

Jangan Panik

Terkait dengan kenaikan data covid – 19, dr Tri Adi Kurniawan Sp.P, M.Kes, FISR menjelaskan, masyarakat tidak perlu panik berlebihan, tetapi harus tetap waspada. ODP dan PDP merupakan skrining awal penemuan kasus. Hanya beda gradasi, dimana risiko PDP lebih besar dibandingkan dengan ODP.

“Semakin tinggi ODP dan PDP maka risiko hasil swab positif covid-19  akan semakin besar,” ujar dokter spesialis paru ini.

Menurut dr Tri Adi Kurniawan Sp.P, M.Kes, FISR, langkah yang sangat penting dalam mengatasi penyebaran virus corona bagi yang belum terjangkit adalah social distancing.

“Ibarat perang, kita sudah kalah senjata. Kita hanya bisa bersembunyi di rumah sampai musuh kita covid – 19 menghilang sendiri,” ujarnya.

”Namun kita tidak hanya boleh bersembunyi, sebab kita harus terus menjaga kebersihan baik rumah maupun diri sendiri,” tambahnya

Ada beberapa prinsip yang perlu dilakukan dengan konsisten untuk mencegah penyebaran virus pernafasan ini yaitu menjaga kebersihan rumah dan diri sendiri melalui, mencuci tangan dengan sabun,  hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci, jangan berjabat tangan, hindari interaksi fisik  atau dekat  dengan orang yang  memiliki gejala sakit.

Menutup  mulut saat batuk dan bersin, segera ganti baju dan mandi setelah dari bepergian, bersihkan benda-benda yang sering disentuh secara berkala juga penting, termasuk menjaga daya tahan tubuh dengan olahraga dan asupan gizi yg cukup.

Hadi Priyanto    

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here