Bagikan
Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama para investor ( Foto : Uut )

JEPARA (SUARABARU.ID) –Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi memastikan Pemkab Jepara selalu membuka peluang usaha bagi para investor, yang ingin masuk ke wilayahnya dengan mempermudah izin investasi, dan terus memodernisasi sistem, serta regulasi. Hasilnya, pada tahun  2019 investasi masuk ke Jepara Rp. 23 triliun lebih.

Padahal target dari pemerintah pusat hanya Rp. 21 trilyun. Disamping itu berdasarkan data DPMPTSP Provinsi Jateng, Kabupaten Jepara, menjadi urutan pertama primadona PMA tertinggi di Provinsi Jateng sepanjang tahun lalu..

Hal tersebut diungkapkan oleh Dian Kristiandi dihadapan peserta kelompok diskusi terarah yang berlangsung  di Pringgitan Pendopo Kartini Jepara, Selasa (25/2/2020) malam. Disamping dihadiri 30 investor acara tersebut juga dihadiri Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Kepala DPMPTSP Jepara Hery Yulianto, serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemkab Jepara.

Pada prinsipnya Pemkab Jepara selalu memberikan apa  yang mereka minta sepanjang itu ada regulasinya dan tidak ada ketentuan yang  menghalangi. ” Sebab  meningkatnya investasi di Jepara menjadi kunci utama penggerak pertumbuhan ekonomi,” ujar Dian Kristiandi.

Sejumlah penanaman modal asing (PMA) sektor padat karya yang hadir  juga memberikan apresiasi. Iklim kondusif, pemerintahan yang kooperatif  dalam membuka gerbang investasi.

“Tidak ada ada lagi kendala yang berarti bagi investor. Juga ketika akan melakukan ekspansi usaha dan investasi bisnis di Kota Ukir,” ujar seorang pengusaha dari Korea.

Sementara Farah Elfirajun, menyambut baik kegiatan itu. Di samping beragendakan penyampaian aspirasi, juga membahas pembangunan berkelanjutan.  Ia menilai forum tersebut dapat meningkatkan jumlah investasi di Kabupaten Jepara.

Di penghujung forum diskusi, Sekda Jepara Edy Sujatmiko meminta pimpinan perusahaan PMA  dapat berperan dalam pemberdayaan UMKM lokal. “Salah satunya dengan menerapkan aturan, penggunaan produk kain khas Jepara seperti tenun Troso dan batik Jepara sebagai seragam. Dengan demikian UMKM lokal juga bisa berkembang,” ujar Edy  Sujatmiko.

Hadi Priyanto

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here