Bagikan
Senderan di sebelah Brug Menceng Kampung Betengsari Kelurahan Wonosobo Barat ambrol setelah diterjang hujan deras. (Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka)

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosobo dan sekitarnya sejak beberapa hari lalu menyebabkan musibah tebing longsor di tiga tempat berbeda.

Meski tidak menyebabkan korban jiwa, kerugian mencapai ratusan juta. Tiga tebing yang langsor terjadi di Desa Tracap Kecamatan Kaliwiro atau jalan raya Wadaslintang-Kaliwiro. Tebing setinggi 15 meter longsor menyebabkan jalan tertutup tanah sehingga lalu lintas Wadaslintang-Kaliwiro sempat lumpuh.

Musibah tebing longsor juga terjadi di Dusun Jetis Desa Pacarmulyo Kecamatan Leksono. Tebing sepanjang 50 meter dan tinggi 30 meter melorot dan menutup jembatan baru yang menghubungkan Dusun Kaliduren Desa Durensawit dengan Dusun Jetis Desa Pacarmulyo.

Sementara itu, tebing setinggi 5 meter dan panjang 10 meter juga ambrol di Kampung Berengsari Kelurahan Wonosobo Barat atau tepatnya di dekat Pangkalan Ojek Brug Menceng Betengsari. Tebih yang longsor menyebabkan rumah di atasnya nyaris menggantung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Zulfa Akhsan Alim Kurniawan SSTP, Senin (13/1), mengatakan intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tebing di beberapa tempat longsor dan menutup jalan warga setempat.

“Air yang meluap akibat hujan deras menyebabkan saluran irigasi meluap dan menyebabkan fondasi jalan yang baru dibangun 4 bulan lalu longsor hingga dua kali. Sehingga akses jalan dari Kaliduren Durensawit ke Jetis Pacarmulyo sempat tertutup,” katanya.

Aparat TNI dan kepolisian bersama warga setempat berusaha menyingkirkan material longsoran yang menutup jalan raya Wadaslintang-Kaliwiro. (Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka)

Semprot Air

Jalan Wadaslintang-Kaliwiro, imbuhnya, merupakan jalur utama menuju dua kecamatan di ujung Selatan Wonosobo. Karena itu, begitu mendapat laporan terjadi tebing longsor yang menutup jalan, pihaknya langsung memerintahkan relawan BPBD menuju lokasi.

“Petugas BPBD dibantu anggota TNI, aparat kepolisian dan warga setempat cepat melakukan kerja bakti menyingkirkan material tanah yang menutup jalan. Guna menghindari kecelakaan karena jalan lincin, dilakukan penyemprotan lumpur,” tegasnya.

Menurut Zulfa Ahsan, BPBD juga memasang rambu-rambu dan pengumuman agar pengguna jalan yang melintas di jalan yang baru terkena bekas tanah longsor berhati-hati. Sebab bila tidak hati-hati bisa terjadi kecelakaan karena jalan licin.

Terkait tanah longsor di senderan Kelurahan Betengsari Wonosobo Barat, Danramil 01/Wonosobo Kapten Inf Heru Utomo menyampaikan hujan deras menyebabkan aliran air di bawah senderan meluap dan menggerus bagian bawah senderan.

“Tembok bawah senderan yang tergerus air berlubang dan tidak bisa menahan beban senderan yang menumpang di atasnya. Akhirnya senderan yang berada persis di sebelah jembatan Brug Menceng itu ambrol,” sebutnya.

Personel TNI Koramil 01/Wonosobo bersama warga setempat berusah menyingkirkan material di aliran sungai, agar air tidak terhambat. Selanjutnya dilakukan pembangunan senderan sementara agar longsor susulan tidak terjadi kembali.

Muharno Zarka/mm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here