Bagikan
Sejumlah pejabat di Pemkab Wonosobo foto bersama usai "Peresmian Kegiatan Pembangunan Prasarana Sanitasi dan Air Minum 2019 di Wonosobo" di Lapangan Mendolo Bumireso. (Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka)

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Sepanjang tahun 2019 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo berhasil membangun 129 titik septictank di 79 lokasi dan 3.050 septictank individu di lokasi rumah warga sebagai bagian dari pembangunan sanitasi.

Kepala DPUPR, Ir Widi Purwanto MT mengatakan dana pembangunan prasarana sanitasi dan air minum di Wonosobo tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD 2019. Pembangunan sanitasi dan air bersih menjadi prioritas Pemkab Wonosobo.

Hal itu dikatakan Widi Purwanto saat menyampaikan laporan dalam “Peresmian Kegiatan Pembangunan Prasarana Sanitasi dan Air Minum 2019 di Wonosobo” di Lapangan Mendolo Bumireso, Selasa (31/12), dihadapan Wakil Bupati Ir Agus Subagiyo MSi.

Pembangunan sanitasi, imbuhnya, meliputi instalasi pembuangan air limbah (IPAL), jaringan perpipaan, septictank komunal dan individu, pembangunan prasarana air minum berupa broncaptering, bak penampung, sumur bor dan pipa air minum saluran rumah.

“DAK pembangunan sanitasi ada di 27 lokasi di 15 titik IPAL komunal dan jaringan perpipaan di Wonosobo, Leksono, Sapuran, Mojotengah dan Kertek dan 12 septictank di Kaliwiro, Wadaslintang, Wonosobo, Garung, Sapuran dan Watumalang,” katanya.

Wakil Bupati Wonosobo Ir Agus Subagiyo MSi menandatangani prasasti pembangunan prasarana sanitasi dan air minum 2019. (Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka)

Sarana Air Bersih
Menurut Widi, DAK yang digunakan untuk pembangunan sanitasi dan sarana air bersih itu sebesar Rp 12,375 miliar dan dana APBD 2019 untuk pembangunan septictank individu di 10 lokasi Rp 2,950 miliar dengan total sambungan rumah sebanyak 2.989.

“Sedang pembangunan sarana air minum tersebar di 22 titik lokasi di 7 Kecamatan yakni Wadaslintang, Kepil, Kalikajar, Kertek, Kejajar, Sapuran dan Garung menghabiskan dana dari DAK sebesar Rp 10,544 miliar,” rincinya.

Adapun dana pembangunan Pamsimas yang bersumber dari APBN dan APBD di 25 lokasi di 13 Kecamatan Garung, Leksono, Watumalang, Kertek, Kalijajar, Mojotengah, Sapuran, Selomerto, Wonosobo, Kaliwiro, Kejajar dan Kepil dengan dana Rp 4,484 miliar.

“Dari pembangunan sanitasi dengan anggaran DAK, Pamsimas, APBN dan APBD Wonosobo telah tersambung 4.397 saluran rumah. Ke depan pembangunan sanitasi dan air bersih akan terus digenjot untuk mengentaskan tingkat kemiskinan di Wonosobo,” bebernya.

Sementara itu, kegiatan pembangunan sanitasi tahun 2020, katanya, DPUPR mendapatkan alokasi DAK Rp 22,301 miliar. Dana sebesar itu akan dialokasikan di 51 lokasi dengan ricincian pembangunan IPAL Komunal di 16 tempat.

“Septictank komunal untuk 5-10 Kepala Keluarga (KK) di 3 lokasi, pengadaan septictank dindividu perkotaan 3 titik dan septictank individu pedesaan ada di 29 lokasi yang tersebar di 15 Kecamatan yang ada di Wonosobo,” tandasnya.

Pembagunan sarana air minum pedesaan, tambahnya, disiapkan DAK sebesar Rp 13,724 miliar yang akan dialokasikan di 28 tempat di 11 Kecamatan yakni Watumalang, Kejajar, Garung, Kaliwiro, Kertek, Kalibawang, Sapuran, Kepil, Sukoharjo dan mojotengah.

Muharno Zarka/mm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here