Bagikan
CEK KESEHATAN: KH Damanhuri saat melakukan pemeriksaan kesehatan berupa cek darah, yang dilakukan di halaman Ponpes Fathul Mubarok, Sabtu (7/12). Foto: riyan

TEMANGGUNG– Koordinator Yayasan Bina Insan Negeri (YBIN) dr Mada Gautama mengatakan, ada fenomena peningkatan penyakit tidak menular sekarang ini. Hal itu ditandai dengan banyaknya pasien yang menderita penyakit seperti hipertensi, jantung dan diabetes melitus (DM).

Pernyataan itu seperti yang dia sampaikan sebelum digelarnya acara bakti sosial berupa pelayanan medis, yang dilaksanakan kerja sama antara Djarum Foundation dengan YBIN, di Pondok Pesantren Fathul Mubarok, Dusun Kalipahing, Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Sabtu (7/12). Dalam acara yang diikuti sekitar 635 santri dan santriwati serta warga sekitar pondok, mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus pemberian obatnya.

BACA JUGA : Video Siswi Pesta Miras, Cabang Disdik Panggil Pelaku dan Orang Tua

”Dari beberapa kali laporan yang masuk, pasien-pasien yang memeriksakan diri, ternyata mereka banyak yang menderita penyakit seperti jantung, hipertensi dan diabetes. Ini yang cukup mengagetkan, karena ternyata peningkatan penyakit tidak menular perkembangannya luar biasa, bila dibandingkan dengan peningkatan penyakit menular,” kata dr Mada lagi.

Menurutnya, munculnya fenomena itu dikarenakan faktor dari diri sendiri, di antaranya gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. ”Atas fenomena itu, kini pemerintah menggelorakan gerakan hidup sehat, dengan cara olahraga teratur, budaya makan minum sehat dan gerakan makan buah. Selain itu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” imbuh dia lagi.

Pengasuh Ponpes Fathul Mubarok, KH Damanhuri menyebutkan, secara umum tingkat kesehatan santri dan santriwati asuhannya sudah bagus. Meski penyakit kulit masih saja menjadi “tradisi” di ponpes, tetapi secara umum derajat kesehatan di ponpes sudah cukup baik.

 

SIMBOLIS: Pengasuh Ponpes Fathul Mubarok, KH Damanhuri (ketiga dari kiri), saat menerima bantuan secara simbolis dari Perwakilan Djarum Foundation Jateng-DIY Arvi Oktaviendra. Foto: riyan

52 Ribu Pasien

”Pemberian pengertian untuk menjaga kesehatan diri terus kami lakukan, untuk mengantisipasi munculnya wabah penyakit yang berbahaya. Di lingkungan pondok pun terus kami jaga kebersihannya, terutama penggunaan air yang dipakai bersama-sama, agar tidak muncul penyakit kulit,” terang dia, didampingi Kades Ngadisepi dan Kasi Kesra Kecamatan Gemawang.

Dikatakannya, puskesmas terdekat berjarak sekitar lima kilometer. ”Dengan adanya kegiatan pelayanan medis ini, kami sangat beruntung, karena dilakukan di lingkungan pondok kami, dan bisa juga dimanfaatkan masyarakat sekitar pondok,” ungkap pak Kiai yang punya sekitar 250 santri putra dan putri ini.

Sementara itu perwakilan Djarum Foundation Arvi Oktaviendra menyatakan, kegiatan bakti sosial ini sudah dilakukan sejak 2011 lalu, dan sudah sebanyak 52 ribu pasien terlayani. Selain melakukan pelayanan medis dengan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat, pihaknya juga memprogramkan kegiatan operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis.

Riyan/Muha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here