Bagikan
BERI KETERANGAN: Dekan Fakultas Hukum Unissula, Prof Dr H Gunarto SH SE Akt MHum (tengah), saat memberikan keterangan dalam jumpa pers di rektorat kampus Unissula, Jalan Raya Kaligawe, Semarang. Foto: muha

SEMARANG– Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, kehilangan salah satu putra terbaiknya, setelah musibah yang menimpa mahasiswa semester satu Fakultas Hukum, Fattakhul Dzikri Hidayatullah, yang meninggal dunia saat mengikuti Diksar Mapakum di Boja, Kendal, pada Minggu (1/12) lalu.

”Semasa hidupnya, almarhum termasuk anak yang rajin beribadah. Almarhum juga sangat aktif di organisasi kemahasiswaan. Saya secara pribadi sangat dekat dengan almarhum, sehingga tahu persis kalau almarhum anak yang baik. Kami sangat kehilangan salah satu kader terbaik. Kami dan civitas akademika Unissula berdoa semoga almarhum husnul khatimah,” kata Dekan Fakultas Hukum Unissula, Prof Dr H Gunarto SH SE Akt MHum, saat jumpa pers yang didampingi Wakil Rektor III Unissula, Dr Muhammad Komarudin, dan Ketua Tim Pengawas Diksar, Dr Rahmat Bowosuharto SH MH, di ruang Rektorat kampus Unissula, Senin (2/12).

BACA JUGA : SMPN 4 Kertek Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Menurutnya, untuk mendoakan almarhum, pihaknya akan menggelar tahlilan selama tujuh hari. Kegiatan akan diikuti para dosen, staf dan mahasiswa, khususnya mahasiswa fakultas hukum.

”Kami sudah minta ke keluarga untuk menggelar tahlilan selama tujuh hari. Pihak keluarga juga sudah ikhlas atas kepergian almarhum,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, diksar merupakan program kegiatan tahunan mahasiswa fakultas hukum Unissula. Tujuannya antara lain, agar mahasiswa Unissula mencintai dan sayang terhadap alam semesta. Materi yang disampaikan adalah teori dan praktik. ”Harapan kami, jika mahasiswa mencintai alam maka mereka akan mencintai Pencipta alam semesta,” jelasnya.

Sedangkan Wakil Rektor III Unissula, Dr Muhammad Komarudin menambahkan, pihaknya telah membentuk tim pencari fakta. Tim itu akan bertugas melakukan pemeriksaan dan penelaahan secara mendalam, terhadap semua pihak yang terkait dengan terjadinya peristiwa itu.

”Secara kelembagaan Unissula akan melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan kemahasiswaan, sehingga ke depan kegiatan kemahasiswaan akan lebih berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Tim Pengawas Diksar, Dr Rahmat Bowosuharto SH MH menyatakan, setiap peserta Diksar telah memenuhi syarat yang ditetapkan panita. Di antara persyaratan yang harus dipenuhi peserta adalah, sehat jasmani dan rohani.

”Keikutsertaan peserta dalam Diksar ini sudah diketahui orang tua peserta. Artinya, setiap peserta harus mendapatkan izin dari orang tua. Selain itu, peserta juga harus bisa menunjukkan surat keterangan sehat jasmani,” ujar Rahmat, yang ditunjuk menjadi ketua Tim Pencari Fakta Diksar.

Tidak Tahu

Untuk mendapatkan informasi di lapangan, katanya, dia akan dibantu Dr Umar Makruf dan sejumlah dosen fakultas hukum. Penggalian informasi tidak hanya dari panitia Diksar, tapi juga dari peserta Diksar, tim medis Diksar, dan pihak rumah sakit.

”Data yang kami sampaikan sekarang ini merupakan informasi awal yang kami peroleh. Kami masih akan mengumpulkan informasi yang lebih lengkap, terkait musibah yang menimpa almarhum. Nanti kami akan sampaikan hasil pengumpulan informasi yang lengkap. Kami tidak akan menutup-nutupi kejadian ini,” tandasnya.

Ketua Panitia Diksar, Aning Anindita mengungkapkan, saat almarhum jatuh tak sadarkan diri, tidak ada seorang pun yang tahu persis kejadiannya. Atas kejadian itu, pihaknya langsung memberikan pertolongan dengan memberikan oksigen sebagai pertolongan pertama. Setelah itu, pihaknya membawa ke Puskesmas terdekat.

”Berhubung di puskesmas tidak ada dokter, maka korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun setelah dilakukan tindakan medis, sekitar pukul 04.00 dini hari, korban meninggal dunia,” jelasnya.

Suarabaru.id/Muha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here