Bagikan
Sejumlah perwakilan DPAC PKB Wonosobo ketika mengikuti pembacaan surat pernyataan bersama mendukung Abdul Arif untuk maju dalam Pilkada Wonosobo 2020 mendatang. (Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka)

WONOSOBO-Ketua Askab PSSI yang juga mantan Ketua DPC PKB Wonosobo, Abdul Arif menyatakan akan meminta pengarahan dan pentunjuk dari para kiai sepuh sebelum memutuskan maju atau tidaknya dalam pertarungan Pilkada Wonosobo pada 2020 mendatang.

“Sebagai santri dan kader NU, saya tidak akan ’nggege mangsa’. Saya akan meminta masukan dan pentunjuk dulu kepada kiai sepuh dan tokoh masyarakat di Wonosobo untuk memutuskan maju atau tidaknya dalam memperebutkan posisi Calon Bupati Wonosobo,” tegasnya.

Menurutnya, dalam tradisi NU dan santri, jabatan itu tidak boleh diminta tapi kalau diberi mandat harus siap melaksanakan. Apa pun yang diperintahkan oleh para kiai sepuh dan tokoh masyarakat di Wonosobo, dirinya siap melaksanakan tugas.

Penegasan tersebut diungkapkan pria yang juga pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Wonosobo itu, menanggapi dukungan 11 DPAC PKB yang menghendaki dirinya maju sebagai calon bupati Wonosobo periode 2020-2024 mendatang.

Seperti diketahui, 11 dari 15 DPAC PKB Wonosobo yakni Wadaslintang, Kaliwiro, Kalibawang, Leksono, Garung, Kertek, Kalikajar, Sapuran dan Watumalang mendorong dan mendukung Abdul Arif ikut bertarung memperebutkan kursi Bupati Wonosobo 2020-2024.

Dorongan untuk maju dalam Pilkada tersebut diwujudkan dengan menandatangani surat pernyataan bersama. 4 DPC PKB, seperti Kejajar, Kepil, Wonosobo dan Selomerto belum membubuhkan tanda tangan karena tidak hadir dalam pembacaan surat penyataan bersama.

Pembacaan surat pernyataan bersama oleh Perwakilan Forum DPAC PKB Ahmad Arifin dilakukan, Jumat (18/10) sore, di kediaman Abdul Arif yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah di Jl Tata Bumi No B-17 Singkir Jaraksari Wonosobo.

Abdul Arif. (Foto : SuaraBaru.id/dok).

Figur Mumpuni

Perwakilan Forum DPAC PKB se-Kabupaten Wonosobo Ahmad Arifin mengatakan menyikapi perkembangan politik menjelang Pilkada, pihaknya perlu menyampaikan sikap politik mengingat kebijakan kepala daerah akan berdampak arus bawah di PKB dan NU.

“Problem yang dihadapi Wonosobo saat ini sangat kompleks. Masalah kemiskinan, pengangguran, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan butuh pembenahan yang serius. Karena itu dibutuhkun figur yang berani dan mumpuni untuk memajukan Wonosobo,” katanya.

PKB sebagai wadah perjuangan warga NU dan rakyat, imbuhnya, punya kewajiban politik untuk membantu persoalan yang ada Wonosobo melalui pemimpin yang kuat dan mampu menjawab berbagai permasalahan yang ada serta bisa mencarikan jalan keluar.

“Forum DPAC PKB Wonosobo memandang Abdul Arif yang pernah menjadi pengurus PCNU Wonosobo ini mampu memimpin kota pegunungan ini keluar dari berbagai persoalan dan bangkit untuk maju karena punya visi serta pemikiran yang kuat,” cetusnya.

Abdul Arif yang kini aktif menggerakan dunia olahraga di Wonosobo, menurutnya, memiliki pengalaman dan kematangan di bidang politik dan organisasi karena pernah menjabat sebagai wakil rakyat dan aktif di berbagai organisai kemasyarakatan.

“Sebagai politisi, pria yang juga pernah jadi wartawan ini, merupakan santri sekaligus kader NU, PMII dan PKB yang telah teruji mengabdi di NU/PKB, sehingga dipandang mampu memperjuangan kepentingan rakyat Wonosobo dan kaum nahdliyin,” sebutnya.

Semasa menjadi mahasiswa di Universitas Sains AlQur’an (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, Abdul Arif juga dikenal sebagai pelopor gerakan mahasiswa yang acap memperjuangkan nasib wong cilik, punya jaringan luas di tingkat regional dan nasional.

 SuaraBaru.id/Muharno Zarka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here