Bagikan
FOTO BERSAMA: Para lulusan Sekolah Jurnalistik yang terpilih sebagai 10 terbaik, saat berfoto bersama diapit Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS dan Prof Dr H Gunarto (dari kiri pertama dan kedua) serta Sekretaris PWI Jateng Isdiyanto Isman dan Kepala Sekolah Jurnalistik Solikun (kanan). Foto: riyan

SEMARANG– Dekan Fakultas Hukum Unissula, Prof Dr H Gunarto SH SE Akt MHum menyatakan, keunggulan lulusan mahasiswa fakultasnya dibanding dengan lulusan-lulusan fakultas atau universitas lain yakni, kemampuannya dalam bidang tulis menulis.

Keunggulan itu didapat tidak serta merta, melainkan harus melalui uji kompetensi yang benar-benar berkualitas. Dan hasil yang didapat dari uji kompetensi itu bisa dipertanggungjawabkan.

Hal itu seperti yang disampaikannya, saat melakukan acara Peresmian Kelulusan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng Paket 6 Pekan, Angkatan VIII Tahun 2019, di ruang sidang Fakultas Hukum Unissula Semarang, Senin (7/10).

BACA JUGA : Tindak Pidana Korupsi di Dunia Konstruksi

”Kemampuan menulis seseorang tidak bisa didapat begitu saja, melainkan harus dilatih secara terus menerus. Dan kemampuan itu bisa didapat dari Sekolah Jurnalistik yang diadakan PWI Jateng. Beruntunglah para lulusan sekolah jurnalistik ini, yang bisa mendapatkan ilmu di luar bangku kuliah,” kata Prof Gun, saat ditemui usai melepas para lulusan itu.

Diungkapkan dia, selain ijazah dari fakultas dan Universitas, ijazah Sekolah Jurnalistik ini bisa menjadi ijazah pendamping. Menurut dia, untuk masuk ke dunia kerja, harus punya keahlian atau kompetensi khusus, salah satunya kemampuan menulis.

”Saya berharap para lulusan Fakultas Hukum Unissula bisa menggunakan kemampuannya dalam bidang menulis, selain ilmu hukum yang didapat di bangku kuliah. Selain itu, keunggulan para alumni Sekolah Jurnalistik yakni, ber-akhlakul karimah, punya agama yang baik dan kemampuan dalam bidang menulis,” imbuh Prof Gun, yang berharap kerja sama dengan PWI Jateng ini tidak terputus, dan bisa terus berlanjut.


BERI IJAZAH: Prof Dr H Gunarto, saat menyerahkan ijazah Sekolah Jurnalistik, kepada salah satu peserta lulusan terbaik. Foto: riyan

Analisa Berita
Dia juga berharap, para alumni nanti bisa bergabung dalam sebuah grup, dan berdiskusi tentang isu-isu hukum yang bermanfaat. ”Cobalah untuk menulis dulu di Facebook, umpamanya tentang revisi UU KPK, legal opinion kemudian diskusikan hasil tulisan itu,” saran dia.

Sementara itu, Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS menambahkan, sekolah jurnalistik ini penting, sebagai bekal tambahan bagi para mahasiswa yang akan terjun di dunia kerja, maupun bila ingin meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

”Selain memberikan bekal kemampuan menulis sebuah berita atau artikel, mereka juga dibekali kemampuan dalam menganalisa sebuah berita. Dengan begitu, mereka nantinya akan bisa menilai sebuah berita itu baik dan benar, atau sekadar hoaks” tukas Amir.

suarabaru.id/Riyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here