Bagikan

SEMARANG – Siapa anak muda yang tidak suka Korea? Nyaris semua anak muda Indonesia terkena virus halyu atau Korean Wave, alias virus demam Korea. Tak terkecuali mahasiswa Unissula.

Memahami fanatisme anak muda pada Korea, CILAD (Center for International Language Development) Unissula menyelenggarakan kelas memasak kuliner Korea dengan guru masak asli dari Korea pada Senin (2/9)

Mohammad Noor Zuhri MPd, Kepala UPT Pengembangan Bahasa CILAD Unissula menyampaikan bahwa program belajar bahasa asing di lembaganya memang didesain lebih modern, menyenangkan, dan disesuaikan dengan tren yang berkembang.

“Belajar itu jangan dibatasi lokasi, belajar bahasa asing ‘kan tidak hanya di laboratorium saja, seperti kelas memasak ini, sambil ketemu native speaker dari Korea, ya diajari bahasa ya diajari budaya Korea,” jelas Mohammad Zuhri ketika pembukaan Halal Korean Cooking Class di auditorium Unissula.

Muhammad Arrofiq SPd, selaku Ketua Panitia Halal Korean Cooking Class mengaku bangga atas antusiasme mahasiswa pada acara ini.

“Terbukti pendekatan bahasa seperti ini lebih menarik minat dan antusiasme untuk belajar di Unissula,” ujarnya.

Jumlah peserta Korean Cooking Class public pertama ini diikuti lebih dari 40 orang dan serempatnya dari luar Unissula.

“Ada dari UNDIP, UNIKA, Poltekkes, UPGRIS, bahkan ada dari Rumah Sakit Roemani juga,” lanjutnya.

Rofiq menjelaskan bahwa acara ini gratis, tidak dipungut biaya sama sekali. Ke depannya, acara Korean Cooking Class ini akan diagendakan setiap tahun di Unissula, dengan segmentasi market yang lebih luas lagi./suarabaru.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here