Bagikan
Peneliti Balitbang Kota Magelang, Anjar Prasetyo, sebagai narasumber Fasilitasi Penguatan SIDa tahun 2019 di Galeri Inovasi, Kota Magelang, (Humas Pemkot Magelang)

 

MAGELANG – Pemkot Magelang terus mendorong potensi Kampung Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan, dalam berbagai bidang.

Salah satunya menjadikan kampung yang letaknya di ujung selatan Kota Sejuta Bunga itu sebagai destinasi pariwisata baru berbasis teknologi dan informasi.

BACA JUGA : Unissula PTS Islam Terbaik di Jateng

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang, Arif Barata Sakti mengatakan, inovasi sangat diperlukan untuk mengangkat potensi dan pengembangan di suatu wilayah. Hal itu  selaras dengan rencana penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang  menginjak tahun keempat di Kota Magelang.

‘’SIDa dengan tema Industrialisasi Pariwisata Berbasis Teknologi dan Berwawasan Lingkungan telah menunjukkan progres dan tercapainya target yang digariskan. Melalui penguatan SIDa, maka diharapkan agar inovasi bisa menyesuaikan dinamika maupun regulasi yang ada,’’ katanya beberapa hari lalu (4/9).

BACA JUGA : Fraksi Gabungan PAN, Hanura dan Demokrat tetap Incar Jabatan Pimpinan AKD

Menurutnya, tim SIDa terdiri berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), stake holder terkait dan masyarakat. Dengan adanya intervensi pemerintah dan pihak terkait ini, maka segala potensi bisa langsung dikembangkan dan persoalan dapat segera diatasi.

‘’Misalnya persoalan terkait air limbah. Kemudian Disperindag Kota Magelang membuat perencanaan untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) lewat Tim SIDa. Adanya tim ini diharapkan dapat memberikan campur tangan, sehingga target pengembangan potensi bisa tercapai,’’ ujarnya.

BACA JUGA : Tanpa APBD, Biaya Sertifikat PTSL Dibebankan ke Warga

Arif menambahkan, seiring berjalan SIDa Kota Magelang yang dipusatkan di Kampung Tidar Campur ini telah menunjukkan prestasi yang sangat membanggakan. Bahkan, Kota Magelang mendapatkan Anugerah Lembaga Litbang Berkinerja Peringkat Utama yang diterima Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito pada tahun 2018.

‘’Penghargaan ini menjadi luar biasa karena, pada proses penerimaan penghargaan tersebut umumnya diawali dengan memperoleh penghargaan pada peringkat pratama. Tetapi  Kota Magelang mampu menorehkan prestasi langsung menempati peringkat utama,’’ terangnya.

BACA JUGA : Kota Magelang Berhasil Menciptakan Berbagai Inovasi Pelayanan Publik

Peneliti Balitbang Kota Magelang, Anjar Prasetyo sebagai narasumber Fasilitasi Penguatan SIDa tahun 2019 di Galeri Inovasi, Kota Magelang, menjelaskan, alasan Kampung Tidar Campur dijadikan sebagai progres SIDa. Hal ini karena Kampung Tidar Campur punya potensi besar untuk dijadikan produk unggulan daerah.

‘’Tidar Campur punya potensi sangat kompleks. Ada industri tahu, kampung warna warni, taman anggrek, tower air, TPST dan yang sedang digarap adalah pembangunan IPAL. Hampir semuanya merupakan andil dari tim SIDa dan inisiasi dari warga setempat,’’ tuturnya.

BACA JUGA : Sekolah Jurnalistik PWI-Unissula Kembali Digelar

Dari sekian potensi tersebut, maka Balitbang selaku koordinator lintas OPD dan stake holder terkait masalah SIDa berkolaborasi untuk menciptakan Kampung Tidar Campur sebagai destinasi pariwisata berbasis teknologi informasi yang ramah lingkungan.

‘’Sesuai target SIDa,  pada tahun 2021 kita harapkan Kampung Tidar Campur bisa menjadi pariwisata berbasis teknologi yang tetap memperhatikan estetika maupun lingkungan. Tidak hanya pariwisata saja, tetapi beragam inovasi, industri dan sebagainya juga tersedia di sana,’’ ungkapnya. (hms)

Editor: Doddy Ardjono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here