Bagikan
Penyakit kanker perut menjadikan mantan atlet judo Blora, Siti Nur Aisah, hanya bisa terkulai lemas di tempat tidur. (Foto : SB/Wahono).

BLORA – Mantan atlet Judo Kabupaten Blora dan peraih sejumlah juara 1, II, III di level Jateng, Siti Nur Aisah (18), sungguh membuat iba dan meneteskan air mata keluarga, saudara, sanak, famili, kerabat dan banyak pihak.

Betapa tidak, anak sulung (tertua) dari tiga bersaudara pasangan Nyoto (55) dan Sainah (41), warga Dukuh Blongoh, Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Blora, kini hanya bisa duduk dan terkulai lemas di tempat tidur.

Mahasiswi Fakultas Kepelatihan Olahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu, badannya makin kurus, pandangan matanya sayu, dan tidak lagi bisa beraktivitas apapun.

Nyoto dan Sainah, orang tua mantan atlet Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Blora, hanya bisa pasrah dengan penyakit kanker perut yang kini di derita putri kesayangannya tersebut.

“Aisah sudah tidak lagi kuliah, sudah tidak punya uang untuk berobat, saya hanya pasrah,” ungkap Nyoto, Sabtu (24/8/2019).

Orang tua juara I Kejurda Judo Junior di Semarang  (2015), juara II Perorangan Kapolres kendal Cup (2017), juara III Kapolres Tegal Cup (2017), dan kejuaraan lainnya, mengaku hanya menunggu kejaiban dengan kesehatan anaknya.

“Saya tidak pernah lelah nenuwun sama Gusti Allah, nenuwun dan berdoa agar anak saya bisa cepat sembuh,” beber Nyoto di hadapan Kades Muraharjo terpilih, Karsono.

Siti Nur Aisah (dua dari kanan), saat masih aktif menjadi atlet judo dan berlomba di banyak avent. (Foto : SB/Ist/Dok)

Doa Restu

Diungkap Nyoto kepada Karsono, Kades terpilih yang rencananya dilantik pada 19 September 2019, Aisah sudah diajak berobat ke dokter dan rumah sakit (RS), bahkan pernah menjalani operasi dua kali, namun tidak sembuh juga.

Kondisi terakhir atlet judo kota sate itu, paska dua kali operasi di salah satu RS di Purwodadi, perutnya kembali membesar, dan merasakan sakit yang terus menerus.

Piala dari berbagai kejuaraan yang berhasil dibawa pulang Siti Nur Aisah. (Foto : SB/Wahono)

Meski derita anaknya yang kian berat, ibarat tubuh Aisah tinggal tulang terbungkus kulit, pasangan suami isteri (pasutri) Nyoto dan Sainah hanya merawat di rumah, lantaran tidak lagi punya uang untuk berobat.

“Mohon doa dan restu semuanya, agar Aisah bisa kembali sehat, dan kuliah,” kata Karsono.

Terhadap kondisi warganya tersebut, Karsono sedang mencoba koordinasi dengan para pihak, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, agar Aisah bisa kembali mendapat perawatan dari rumah sakit.

Untuk menghibur dirinya, sesekali Siti Nur Aisah, mengenakan seragam olahraga UNS. (Foto : SB/Wahono)

Pelatih PJSI Kabupaten  Blora, Suripno, mengaku prihatin dengan kondisi Siti Nur Aisah. Pihaknya bersama seluruh pengurus dan atlet judo mendoakan kesembuhan peraih enam medali dari berbagai kejuaraan.

Suarabaru.id/Wahono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here