Bagikan
HATTRICK: Striker Timnas Indoneaia U-19, Muhammad Supriyadi (kiri), mendapat pelukan dari rekan-rekan setimnya, usai mencetak hattrick ke gawang Myanmar. Foto: dok/pssi

HO CHI MINH– Hasil yang cukup baik didapat Timnas Indonesia U-15 dan U-19, di dua turnamen yang diikutinya. Di kelompok U-15, Timnas Indonesia hanya kalah selisih gol dari tim Korsel, setelah hanya bermain imbang 1-1.

Sedangkan Timnas U-19 ada di posisi ketiga, setelah menang atas Myanmar dengan skor 5-0, pada perebutan peringkat ketiga, di turnamen Piala AFF U-19, yang berlangsung di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh City, Vietnam, Senin (19/8).

Muhammad Supriadi dan Beckham Putra menjadi motor serangan tim, dengan lima gol berasal dari mereka. Hattrick Supriadi dan dua gol Beckham memastikan posisi ketiga milik Indonesia.

Sementara itu, Timnas Indonesia U-15 hampir meraih titel juara pada ajang Boys Elite Football Tournament 2019, yang digelar di Stadion Mandalar Thiri, Myanmar, Minggu (18/8). Mereka hanya bermain imbang melawan Korea Selatan dengan skor 1-1.

Garuda Asia sempat unggul terlebih dahulu 1-0 sebelum akhirnya Korea Selatan mencetak gol pada menit 89 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok. Hasil imbang 1-1 menempatkan Indonesia di posisi kedua di bawah Korea Selatan yang unggul selisih gol.

Pembelajaran
Usai laga, pelatih Timnas U-15, Bima Sakti memuji perjuangan anak-anak asuhnya. Menurut dia, pertandingan kontra Korea Selatan merupakan pembelajaran yang sangat berharga. “Mereka telah memberikan kemampuan terbaiknya. Bermain tanpa kenal lelah dan telah menunjukkan diri bahwa siap melawan tim mana pun,” kata Bima.

“Setiap pertandingan harus kita lihat sebagai sebuah proses pembelajaran. Tadi kita menghadapi lawan kuat dari Asia Timur. Ini pelajaran baru bagi kami. Dan karakter mereka ini kurang lebih sama dengan calon lawan kita, Cina, di Kualifikasi Piala Asia U-16. Selanjutnya akan kita analisis dan pelajari lagi,” terang Bima.

“Berkat turnamen ini, setidaknya anak-anak kini memiliki kepercayaan diri. Mereka kini tahu mengenai level mereka ada di mana. Tapi kita tidak boleh berpuas diri dan harus terus memperbaiki diri dari kekurangan-kekurangan yang kita miliki,” tambah Bima.

“Saat ini saya mulai melihat adanya sanjungan di media sosial. Tapi saya sampaikan kepada anak-anak, untuk bisa mengontrol diri dan tidak terbuai oleh itu semua. Kita harus tetap fokus dan sama-sama menyiapkan diri untuk tantangan selanjutnya,” tukas Bima.

suarabaru.id/Riyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here