Bagikan
Bupati Kudus HM Tamzil (putih) saat diperiksa oleh petugas KPK di rumdin Sekda sebelum akhirnya dibawa dengan mobil oleh penyidik KPK. foto:Suarabaru.id

KUDUS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi di Kudus, Jumat (26/7). Bupati Kudus HM Tamzil yang baru 10 bulan menjabat, diciduk oleh penyidik KPK bersama beberapa pejabat OPD di Kudus. Penyidik KPK juga menggeledah serta menyegel pendopo rumah dinas dan sejumlah ruangan pejabat di lingkungan Setda.

Penyidik KPK membawa Tamzil setelah beberapa jam memeriksanya di rumah dinas sekda yang lokasinya berada di samping pendopo. Tak hanya Tamzil, beberapa pejabat yang terlihat ikut diperiksa diantaranya Plt Kadisbudpar Kasmudi, Plt Kadinas Dukcapil Eko Hari Djatmiko, dua ajudan bupati, serta satu orang staf, nampak ikut diangkut dengan menggunakan mobil petugas KPK.

Pemeriksaan bupati bersama beberapa pejabat tersebut dilakukan beberapa saat setelah solat Jumat. Sekitar 3 jam pemeriksaan yang dijaga ketat aparat polisi bersenjata laras panjang, petugas KPK pun membawa bupati bersama para pejabat tersebut.

Sementara, rumah dinas yang berada di belakang pendopo, tertutup rapat. Namun, dari sela-sela lubang, terlihat pintu rumah dinas yang merupakan tempat kerja bupati Kudus tertempel segel dari KPK.

Ruang Sekda Kudus Samani Intakoris yang disegel oleh penyidik KPK. foto:Suarabaru.id/

Beberapa ruangan lain yang juga disegel diantaranya ruang kerja Sekda Kudus Samani Intakoris, ruang Staf Khusus Bupati Agus Suranto, serta ruang Plt Kepala Dinas BKPP Catur Widiyanto.

Penyegelan dilakukan dengan menempelkan KPK line di pintu serta menempelkan stiker seukuran kertas HVS bertuliskan ‘dalam pengawasan KPK’.

Ruang Agus Suranto, Staf khusus bupati Kudus yang juga disegel KPK. foto:Suarabaru.id

Menurut informasi beberapa ASN di sana, penyegelan tersebut dilakukan setelah sebelumnya petugas KPK menggeledah ruangan tersebut. ”Sebelum sholat Jumat sempat digeledah, dan setelah itu disegel,” ujar Basir, staf Agus Suranto yang setiap hari bertugas di ruangan staf khusus tersebut.

Jual Beli Jabatan

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari penydidik KPK terkait siapa saja yang dibawa untuk diperiksa. Namun, para pejabat baik yang diperiksa penyidik maupun yang ruangannya disegel, tidak menampakkan diri meski di pendapa pada saat bersamaan dilakukan pisah sambut Kajari Kudus.

Tamzil sendiri yang semestinya hadir secara langsung melepas Kajari Kudus yang pindah, hanya diwakili oleh Wabup Hartopo. Pun demikian dengan Sekda Samani Intakoris, Plt Kepala BKPP Catur Widiyatno, serta pejabat yang sempat diperiksa di rumah dinas Sekda. Staf khusus Bupati Agus Suranto yang juga merupakan mantan Kabiro Keuangan Pemprov Jateng, juga tidak nampak di sekitaran pendopo.

Petugas polisi dengan senjata laras panjang saat menjaga lokasi pemeriksaan bupati oleh petugas KPK.foto:Suarabaru.id

Meski demikian, menurut rumor, aksi KPK tersebut diduga terkait suap jual beli jabatan di lingkungan pemkab Kudus. Sebab, belakangan isu mengenai jual beli jabatan tersebut santer terdengar.

Wakil Bupati Kudus Hartopo saat dikonfirmasi usai menghadiri pisah sambut Kajari di pendapa, mengatakan tidak tahu sama sekali atas kejadian ini. Hartopo juga mengaku belum berkomunikasi dengan bupati akhir-akhir ini.

Dia juga mengaku tidak tahu posisi bupati hingga absen di acara pisah sambut Kajari.

Pun termasuk dengan disegelnya rumah dinas dan ruang kerja bupati Tamzil, Hartopo juga enggan berkomentar. ”Saya masih belum tahu,” kata Hartopo.

Meski demikian, Hartopo menyampaikan harapannya agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hartopo ingin Tamzil tetap tidak tersandung persoalan berat, dan tetap bisa menjalankan pemerintahan dengan baik bersamanya.

”Ya semoga tidak terjadi apa-apa, dan Pak bupati dan saya bisa terus memimpin Kudus hingga akhir periode,”ujarnya.

Suarabaru.id/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here