Bagikan
Bupati Grobogan Sri Sumarni saat memantau pelaksanaan pilkades di Desa Ketitang, Kecamatan Godong, Rabu (10/7). Kedatangannya disambut panitia pelaksanaan pilkades di desa tersebut. Foto: Hana Eswe/hms.

GROBOGAN – Pemilihan kepala desa serentak tahap II di wilayah Kabupaten Grobogan diselenggarakan Rabu (10/7). Sebanyak 51 desa dari 17 kecamatan yang ada di wilayah ini melaksanakan pesta demokrasi tersebut.

Momen ini dipergunakan Bupati Grobogan Sri Sumarni untuk terjun langsung memantau pelaksanaan Pilkades serentak tersebut. Usai menjadi irup pada upacara puncak peringatan HUT Bhayangkara di Alun-alun, Sri Sumarni langsung bertolak ke beberapa desa di wilayah barat Kabupaten Grobogan.

Sri Sumarni berkesempatan memantau pelaksanaan pilkades tersebut di tiga desa antara lain di Desa Pulorejo (Kecamatan Purwodadi), Desa Ngeluk (Kecamatan Penawangan) dan Desa Ketitang (Kecamatan Godong). Dalam kunjungannya, Sri Sumarni mengimbau kepada para calon kepala desa agar bijaksana dalam menyikapi hasil pilkades tersebut. Menurut orang nomor satu di Kabupaten Grobogan ini, pilkades ini sama dengan sebuah kompetisi yang memungkinkan ada yang kalah dan yang menang.

“Saya hanya berpesan, kalau menang jangan sombong dan yang kalah juga jangan marah. Kami minta agar para calon kades bisa menjaga kondusifitas wilayahnya. Mereka juga harus bisa mengajak para pendukungnya agar bijaksana dalam menyikapi hasil pilkades ini,” ungkap Sri Sumarni.

Jumlah calon kades yang menjadi peserta dalam pilkades ini sebanyak 146 orang. Sebanyak 26 dari 51 desa yang menyelenggarakan pilkades ini mempunyai calon lebih dari dua orang. Sisanya hanya diikuti dua calon kades.

Menurut Kabag Pemdes Setda Grobogan Mudakir Walad, penyelenggaraan pilkades ini sudah sesuai regulasi alias tidak diperbolehkan terdapat calon tunggal. Sementara, jumlah maksimal calon kades yaitu lima orang. Para cakades ini sebelumnya sudah melakukan uji kompetensi yang diadakan panitia.

“Sesuai regulasi, pilkades memang tidak diperbolehkan ada calon tunggal. Jadi minimal harus dua cakades untuk bertarung di pilkades serentak ini,” ujar Mudakir.

Petugas Polri dari Polsek Penawangan melakukan pengamanan selama pelaksanaan pilkades di Desa Wedoro. Foto: Hana Eswe/ist.

Sejumlah personel juga turut diturunkan ke tempat penyelenggaraan pilkades untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi tersebut. Sejumlah warga juga terlihat antusias dengan momen yang dilaksanakan setiap lima tahun itu.

Pengamanan tersebut seperti terlihat di Balai Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan. Di lokasi tersebut, sebanyak 10 personel disiagakan untuk melakukan pengamanan jalannya pilkades.

“Masing-masing desa 10 personel diterjunkan untuk pengamanan pilkades di wilayah Kecamatan Penawangan. Tambahan personel ada 15 orang dari Polres Boyolali untuk wilayah-wilayah yang rawan. Namun, sepanjang pelaksanaan pilkades di empat desa berlangsung aman dan lancar,” ujar Kapolsek Penawangan, AKP Saptono Widyo atau yang akrab disapa AKP Sapto.

suarabaru.id/Hana Eswe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here