Bagikan
Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen Dr H Khomsin MPd.

KEBUMEN –  Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen bekerja sama dengan Kodim 0709 Kebumen Sabtu (22/6) besok bakal menggelar Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan dengan topik Pancasila mengundang pembicara nasional.

Rektor UMNU Kebumen Dr H Khomsin MPd  dan Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang kemarin menjelaskan, Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan itu mengundang sekitar 350 peserta, bertempat di Hotel Mexoli Panjer, Kebumen. Peserta berasal dari unsur mahasiswa dan dosen UMNU Kebumen,  IAINU Kebumen, PCNU dan MWC NU se Kebumen, kepala sekolah SMA, MA dan SMK, Korem 072/Pamungkas, Danramil, Kapolsek, serta pimpinan perguruan tinggi se Barlingmascakeb.

Adapun pembicara Dialog Kebangsaan itu terdiri atas dua putra Kebumen yang sukses, yaitu Brigjen TNI Gathut Setio Utomo, kini Waaster KASAD, dan Rektor UGM Yogyakarta Prof Panut Mulyono, MEng DEng IPU yang asli Ambal. Kemudian Rektor UNSOED Prof Dr Suwarto MS dan Wakil Ketua PBNU Dr H Hanif Saha Gofur.  Adapun tema dialog adalah Penegakan Nilai-Nilai Pancasila dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara di NKRI.

Khomsin mengakui, dialog kebangsaan itu dilandasai keprihatinan atas ancaman perpecahan anak bangsa dewasa ini. Selain itu juga semakin meningkatnya gejala menjauhnya nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Musyawarah Mufakat

Menurut Khomsin, dewasa ini praktik demokrasi di Indonesia ditengarai semakin menyimpang dari nilai-nilai demokrasi Pancasila dan cenderung menuju demokrasi liberal. Bahkan demokrasi Pancasila semakin jauh dalam  aras politik nasional hingga politik lokal.  Sinyalemen ini diperkuat bahwa  mereka yang berkuasa dan bisa menjabat hanya kalangan elite yang memiliki modal kapital besar.”Padahal demokrasi Pancasila mengutamakan nilai spiritual, kejujuran,  nasionalisme, musyawarah mufakat, gotong royong dan keadilan sosial. Siapa pun berhak menjadi pemimpin sepanjang berjiwa Pancasila, memiliki kemampuan dan  kecakapan, prestasi, kejujuran, keletadanan serta kesetiaan pada bangsa dan negara,”tandas dia.

Ketua Yayasan Kridatama Mustolih MPdI MPd menambahkan, UMNU Kebumen bekerja sama dengan Kodim 0709 Kebumen terpanggil untuk merawat keutuhan bangsa, menjaga tegaknya nilai-nilai Pancasila dan NKRI dalam format Kridatama. Salah satut konsep  yang ditawarkan yakni terbentuknya Majelis Kridatama di Kabupaten Kebumen  dan dibentuk hingga tingkat kecamatan sehingga setiap persoalan kebangsaan bisa didiskusikan dan dicarikan solusi setiap saat melalui musyawarah dan mufakat sesuai nilai-nilai Pancasila.

Sebelumnya Dr H Khomsin MPd sebagai Rektor UMNU Kebumen  menjelaskan, KRIDATAMA yang mempunyai akronim kritis dalam pemikiran, damai dalam perbedaan, taat terhadap hukum, dan manusiawi dalam perbuatan, merupakan karakter yang diusung oleh kampus sebagai landasan semua keilmuan dan menjadikan suatu indikator dari suatu karakter yang harus dimiliki mahasiswa UMNU Kebumen. Konsep itulah yang kini terus dikembangkan dan disebarluaskan guna menumbuhkan kembali implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta di tengah masyarakat.

Suarabaru.id/Komper Wardopo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here