Bagikan
Para calon jamaah haji yang mengikuti manasik haji di KBIH Gema Arofah Wonosobo menerima jabat tangan dan doa dari jamaah yang sudah melakukan haji di tahun-tahun sebelumnya. (Foto : SuaraBaru.id/Muharno zarka)

WONOSOBO- Sebanyak 190 calon jamaah haji tahun 2019 yang mengikuti manasik di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Gema Arofah Wonosobo dilepas di Gedung Sasana Adipura Kencana, setempat, Minggu (16/6).

Jumlah calon jama’ah haji sebanyak itu, terdiri atas 83 laki-laki dan 107 perempuan. Bersamaan dengan pelepasan calon jamaah haji juga dilakukan halal bihalal dengan ikatan persaudaraan haji yang terhimpun dalam KBIH Gema Arofah.

Ketua KBIH Gema Arofah Wonosobo, KH Teguh Ridwan BA mengatakan pelepasan calon jama’ah haji dan pengajian dengan jamaah haji sudah menjadi agenda rutin tahunan. Selain melepas calon haji, acara tersebut sekaligus dijadikan sebagai ajang selaturrahmi.

“Pelepasan calon haji dan silaturahmi ini penting. Karena setelah dilepas mereka akan mempersiapkan fisik dan mental dengan baik. Melalui silaturrahmi pula calon jamaah haji meminta doa restu pada jamaah yang sudah menunaikan ibadah haji,” katanya.

Teguh Ridwan berpesan agar calon jamaah haji berpegang teguh pada bimbingan manasik yang telah diajarkan oleh para pembimbing haji. Calon jamaah haji juga diminta menjaga diri supaya tetap sehat karena perjalanan ibadah haji membutuhkan fisik yang prima.

“Ketika sudah berada di tanah suci, para jamaah haji juga harus menjaga kekompakan dan selalu melakukan koordinasi dengan Ketua Rombongan atau Ketua Regu serta KBIH yang membimbingnya di dalam negeri agar tidak terpisah dari rombongan”, sarannya.

Lebih Tertib

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) H Musyafak MSi mengapresiasi calon jamaah haji sebelum berangkat melakukan bersilaturrahmi dan saling memaafkan sehingga bisa meringankan beban saat melakukan haji di tanah suci.

“Jamaah haji Wonosobo di tanah suci harus lebih tertib dan dapat menjaga nama baik daerah serta negara Indonesia. Karena selain melakukan ibadah rukun Islam kelima, jamaah haji akan menjadi duta dalam negeri di Arab Saudi,” katanya.

Musyafak juga menyampaikan terima kasih kepada KBIH Gema Arofah yang telah memberikan bimbingan dengan baik kepada calon jamaah haji. Karena bimbingan haji yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Agama Wonosobo sangat terbatas.

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Magelang, Drs H Jumari dalam tausiyahnya menyampaikan ada tujuh jalan yang bisa dilalui jamaah agar ibadah haji yang dilakukan bisa mengantarkan menjadikan sebagai haji mabrur dan hajjah mabruroh.

“Tujuh jalan tersebut meliputi: ikhlas, berilmu, menghindari maksiat, menghayati prosesi haji, mempunyai teman perjalanan yang sholeh dan sholehah, mampu menjaga lisan, suka menolong orang lain dan berjiwa kasih sayang terhadap sesama”, sebutnya.

Jika jamaah haji mampu mengamalkan tujuh hal di atas, dipastikan Jumari, predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh akan mudah diraih. Ketika di tanah suci, jamaah haji hanya diniatkan untuk melakukan ibadah dan tidak ada niat keduniaan yang lain.

wakil calon jamaah haji, Ahmad Ridho meminta doa kepada pengurus KBIH Gema Arofah dan para haji dan hajjah yang sudah menunaikan ibadah haji, agar selama berhaji diberikan kemudahan dan bisa melaksanakan rukun, wajib dan sunnah haji secara sempurna.

SuaraBaru.id/Muharno Zarka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here