Bagikan
SELEKSI : Peserta seleksi penerimaan calon mahasiswa baru PTK PEM-Akamigas Cepu, Blora, tampak serius mengerjakan soal-soal. Foto : Hms-PEMcpu.

BLORA – Seleksi penerimaan calon mahasiswa baru Politeknik Energi dan Mineral (PEM-Akamigas) Cepu, Blora, digelar serentak di tujuh kota (daerah), dengan progres 100 persen berdasar kemampuan peserta.

Tujuh daerah untuk penyelenggaraan seleksi, menurut Humas PEM Akamigas, menurut Sri Yuliati, Selasa (14/5), adalah Cepu, Jakarta, Tuban, Prabumulih, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, dan Tanjung Jabung Barat.

“Seleksi digelar selama tiga hari, Selasa-Kamis (14-16 Mei 2019) di tujuh kota itu,” jelasnya.

Dari kota (daerah) tersebut, lanjutnya, terdapat pendaftar beasiswa program kerjasama 404 orang, dan dari pendaftar jalur umum 432 orang.

Seleksi penerimaan calon mahasiswa, salah satunya dilaksanakan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat, diikuti 26 orang pendaftar, dibuka Kepala Dinas Pendidikan Tanjung Jabung Barat, Martunis M. Yusuf.

Proses seleksi, kata Sri Yuliati, benar-benar berdasarkan kemampuan peserta dan tidak ada titipan maupun tekanan dari pihak manapun.

Prof. Dr. RY. Perry Burhan, Direktur PEM Akamigas, yakni Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) dibawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berkesempatan hadir di Tanjung Jabung Barat.

Di Cepu

Perry Burham, memberikan motivasi dan semangat kepada para calon peserta mahasiswa baru yang akan mengikuti tes, dan secara singkat memperkenalkan PEM Akamigas.

“Meski puasa, ayo tetap bersemangat mengerjakan soal-soal, semoga kalian sukses,” kata Sri Yuliati menirukan pesan Perry Burhan kepada peserta seleksi calon mahasiswa PEM Akamigas.

Di tempat lain, seleksi penerimaan calon mahasiswa baru yang dilaksanakan di Jakarta, diikuti oleh 71 orang, dan dibuka oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM, Zaenal Arifin.

Zaenal juga menyemangti peserta tes, dan menjelaskan peserta yang nanti lulus diberi kesempatan kuliah di kampus PEM Akamigas Cepu, Blora.

Selama kuliah, nantinya mereka juga mendapat kesempatan untuk magang di industri-industri migas, karena industri minyak dan gas bumi (migas) membutuhkan tenaga-tenaga ahli dan terampil di bidangnya.

Suarabaru.id/Wahono

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here