Bagikan
Sebelum mencoblos, dua pemilih di TPS 7 Lingkungan Cubluk, Kelurahan Giritirto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri ini, lebih dulu mencermati nama-nama caleg. Ini sebagai bekal kelancaran ketika mencoblos di bilik suara.(suarabaru.id/bp)

WONOGIRI – Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Wonogiri, digelar serentak, Rabu (17/4), di 3.913 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 294 desa/kelurahan di 25 kecamatan. Partisipasi pemilih kali ini diharapkan dapat mencapai 77 persen. Pada H-1 pesta demokrasi ini, di Wonogiri diwarnai adanya temuan Caleg tewas. Yakni petahana Caleg Partai Golkar Kabupaten Sargen, Sugimin (52), ditemukan tewas telungkup di jalan utara SMP Negeri 1 Wonogiri, Lingkungan Sukorejo, Kelurahan Giritirto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.

Pria kelahiran Tanggal 17 Agustus 1967 tersebut, tercatat sebagai warga Desa Karangnongko RT10/RW 3, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Sugimin berstatus sebagai Anggota Fraksi Partai Golkar Kabupaten Sragen periode 2014-2019, yang mencalonkan lagi sebagai Caleg nomor urut 10 untuk periode 2019-2024. Dia ditemukan tewas oleh warga Lingkungan Sukorejo, Kelurahan Giritirto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, yaitu Mugiono dan Nurwanto, yang memberikan pertolongan untuk diangkut ke RSUD Wonogiri. Terkait dengan kasus rajapati ini, Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, memerintahkan Kasat Reskrim AKP Aditya Mulya Ramadhani, untuk melakukan penanganan. Ditemukan indikasi korban tewas secara tidak wajar.

Mengenai target partisipasi pemilih, Ketua KPU Wonogiri Toto Sihsetyo Adi, menyatakan, angka 77 persen itu sebagaimana ditargetkan oleh KPU Pusat. Pengalaman pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) lalu, partisipasi pemilih di Kabupaten Wonogiri mencapai 69 persen. ”Kali ini, kami harapkan meningkat minimal menjadi sebesar 77 persen, sebagaimana yang ditargetkan oleh KPU Pusat,” ujar Toto Sihsetyo Adi.

Menurut Toto, Pemilu Tahun 2019 ini terhitung lebih rumit dibandingkan dengan pelaksanaan Pemilu yang pernah dilaksanakan di Indonesia selama ini. Karena digelar serentak untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden serta Anggota DPD-RI, berikut memilih anggota legislatif di tiga tingkat. Yakni Anggota DPR-RI, Anggota DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kabupaten. Mengingat lebih rumit, KPU memberikan toleransi pengunduran waktu selama 12 jam untuk proses pemungutan dan penghitungan suara.

Di Wonogiri, tandas Toto, hanya ada satu TPS khusus di Rumah Tahanan (Rutan) Wonogiri, untuk melayani pemungutan suara bagi para warga binaan atau narapidana dan tahanan. Pelayanan pasien di rumah sakit, dilakukan oleh Petugas KPPS terdekat, dengan model jemput bola, yaitu petugas TPS terdekat mendatanginya ke bangsal perawatan pemilih yang sakit. Untuk penunggu pasien, dapat menggunakan A5 mencoblos di TPS terdekat, atau menggunakan E-KTP dan atau Surat Keterangan (Suket) status kependudukannya. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonogiri, Rabu (17/4), walaupun sebagai hari libur nasional, tetap membuka pelayanan E-KTP dan Suket.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Rabu (17/4), melakukan pencoblosan di TPS 13, Dusun Mantenan, Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Demikian dijelaskan oleh Kabag Humas Pemkab Wonogiri, Haryanto, dan Kasubag Pemeritaan Humas, Bintoro. Untuk Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, mencoblos di TPS 24 Lingkungan Kedungringin, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota.

Pencoblosan di TPS 10 Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota, digelar di rumah Hery dipimpin Ketua KPPS Sigit Santosa. Pelayanan pencoblosan baru dapat dilakukan pada pukul 08.00, seusai acara pelantikan dan penyumpahan KPPS berikut penelitian logistik. Diketahui untuk logistik surat suara DPRD-RI kurangn 9 lembar, hanya terkirim 256 lembar, pada hal jumlah pemilihnya sebanyak 265. Surat suara DPRD provinsi, hanya terkirim 187 lembar. Anggota KPPS setempat, Sriyanto, menyatakan, kekurangannya dimintakan ke PPS Kelurahan Giripurwo.(suarabaru.id/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here