Bagikan
Sejumlah peserta Kejar Paket C mendapat pengawasan dari Kepala Satuan PNF-SKB Wonosobo, H Wariyanto S Pd M Pd, saat mengikuti USBN, Sabtu (6/4). Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka

WONOSOBO-Sebanyak 140 peserta program kesetaraan Kejar C atau setara SMA Pendidikan Non Formal-Sanggar Kegiatan Belajar (PNF-SKB) Wonosobo mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) di Kampus PNF-SKB Sidojoyo Pagerkukuh Wonosobo.

USBN bagi peserta Kejar Paket C dilaksanakan selama empat hari, mulai Jum’at (5/4) sampai Senin (8/4). Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam USBN Kejar Paket C pada hari pertama meliputi ; Bahasa Indonesia, geografi, dan matematika.

Hari kedua diujikan mata pelajaran Sosiologi, Bahasa Inggris, Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), hari berikutnya Ekonomi, Sejarah Indonesia dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Hari terakhir terdiri pelajaran Penjaskes/OR, Seni Budaya dan Bahasa Jawa.

Kepala Satuan PNF-SKB Wonosobo, H Wariyanto S.Pd., M.Pd., Sabtu (6/4), mengatakan dari jumlah rombongan belajar yang ada, empat peserta tidak bisa mengikuti USBN. Dua peserta masih berada di luar Jawa dan dua peserta lagi karena alasan baru saja melahirkan anak.

“Peserta yang tidak bisa mengikuti USBN sesuai jadwal yang ada bisa mengikuti USBN susulan yang dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa (9/4) hingga Rabu (10/4) mendatang. Diharapkan empat peserta bisa mengikuti USBN susulan”, katanya.

Namun jika tetap tidak bisa mengikuti USBN susulan, tambah Wariyanto, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus Kejar Paket C karena tidak bisa mengikuti ujian akhir. Mereka diberi kesempatan mengikuti USBN/UNBK lagi tahun depan.

Ranking Lima

Sebagian peserta program Kejar Paket C merupakan siswa yang pernah mengikuti pendidikan formal di SMA/MA/SMK namun tidak sampai lulus atau keluar sebelum USBN/UNBK. Sebagian lagi peserta yang memang belum pernah menempuh pendidikan di SMA/MA/SMK.

“Malah ada satu siswa atas nama Riski Indra Dewangga asal SMAN 1 Salatiga yang mendapat beasiswa belajar Global Vision Christiani School Amerika Serikat, mengikuti USBN/UNBK di PNF-SKB Wonosobo dan masuk ranking 5 try out USBN/UNBK se-Jawa Tengah,” tandasnya.

Riski terpaksa ikut USBN/UNBK di PNF-SKB Wonosobo karena ijazah formal yang didapat di Global Vision Christiani School di Amerika Serikat tidak bisa untuk syarat mendaftarkan kuliah di Indonesia. Rencananya yang bersangkutan akan mendaftar kuliah di UGM Yogyakarta.

Sementara itu, jumlah keseluruhan peserta USBN/UNBK program Kejar Paket C di Wonosobo ada 995 siswa, Paket B 382 peserta dan Paket A 69 siswa. Jumlah sebanyak itu berasal dari peserta yang mengikuti Kejar Paket A, B dan C di PKBM maupun pondok pesantren yang ada di Wonosobo.

Adapun waktu pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kejar Paket C dijadwalkan selama empat hari mulai Sabtu (13/4) hingga Selasa (16/4) bertempat di SMA Muhammadiyah Wonosobo. UNBK Kejar Paket B Sabtu (11/5) sampai Senin (13/5) dan Paket A Senin (22/4) sampai Rabu (24/4).

“Mata pelajaran dalam UNBK antara Paket C dengan Paket B dan A berbeda, yakni terdiri Bahasa Indonesia, PKN, Matematika, IPS dan IPA. Semua peserta USBN/UNBK Paket A, B dan C diharapkan bisa mengikuti ujian akhir dan dapat dinyatakan lulus semua”, pinta Wariyanto.

SuaraBaru.id/Muharno Zarka

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here