Bagikan
Beberapa pengguna jalan harus ekstra hari-hati ketika melewati jalan rusak di Bululawang Deroduwur Mojotengah Wonosobo. Foto : SuaraBaru.id/Muharno Zarka

WONOSOBO-Jalan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Mojotengah dan Kecamatan Watumalang Wonosobo melalui jalur Kalibeber rusak parah. Kerusakan terparah terjadi di ruas Jalan Bululawang-Deroduwur Mojotengah.

Jalan yang penuh dengan turunan, tanjakan dan tikungan tersebut sebagian aspalnya nglotok dan berlubang. Kerusakan jalan diduga karena kualitas aspal yang dibangun sebelumnya jelek dan tidak adanya drainase jalan yang memadahi.

Saat musim hujan tiba seperti sekarang ini jalan sangat sulit dilalui. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati jika melewati jalan tersebut. Tak sedikit pengendara sepeda motor yang jatuh saat melewati jalan yang sudah lama rusak dan sampai sekarang belum dibangun.

Dari pantauan SuaraBaru.id, Jumat (29/3), guna menghindari kecelakaan, banyak pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor harus menurunkan pemboncengnya di jalan rusak. Apalagi pas di jalan yang menurun atau menanjak, tak jarang, motor tidak kuat, roboh dan penumpang jatuh.

Salah satu warga Dusun Gumawang Desa Krinjing Kecamatan Watumalang, Ahmad Mansur (45), yang hampir setiap hari melewati jalan tersebut mengatakan warga sekitar sudah sangat mengharapkan jalan yang rusak segera dibangun karena merupakan jalur utama menuju Kalibeber Mojotengah dan Wonosobo.

“Selain menjadi jalur transportasi bagi petani, pedagang, santri dan anak sekolah ke Kalibeber dan Wonosobo, jalan tersebut sering dilalui peziarah luar kota akan melakukan ziarah ke makam almarhum KH Muntaha Al-Hafidz (Mbah Muntaha) di Deroduwur”, katanya.

Karena di Desa Deroduwur terdapat pesarean (makam) ulama besar (Mbah Muntaha) yang dulu menjadi pengasuh PP Al Asy’ariyyah Kalibeber Mojotengah. Di dekat makam kini juga berdiri PP Al Asy’ariyyah Deroduwur cabang PP Al Asy’ariyyah Kalibeber Mojotengah.

Perbaikan Sementara

Selain jalan rusak dan berlubang, di musim penghujan seperti sekarang ini, di beberapa titik jalan jalur Kalibeber Mojotenga-Krinjing Watumalang, sering terjadi longsor yang bisa menutup jalan. Longsor dipicu karena di sisi kanan dan kiri jalan banyak terdapat tebing dan jurang.

Anggota DPRD Wonosobo dari Daerah Pemilihan (Dapil) Watumalang, Leksono dan Sukoharjo H Suwondo Yudhistiro S Sos I MSi mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang rusak tersebut. Apalagi jalan Krinjing-Deroduwur-Sukorejo-Kalibeber merupakan jalur vital warga sekitar menuju kota Wonosobo.

Sebagai wakil rakyat yang berasal dari daerah Watumalang, pihaknya sudah berkali-kali menerima aduan warga saat melakukan reses. Warga meminta pembangunan jalan tersebut untuk segera diusulkan melalui APBD Wonosobo tapi sampai saat ini pembangunan jalan rusak belum dilakukan.

“Dalam setiap acara Musyawarah Rencana Pembangunan  Kecamatan (Musrenbangcam) Watumalang dan Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) Wonosobo maupun pembahasan APBD di Badan Anggaran DPRD dana pembangunan jalan Bululawang Deroduwur, selalu saya usulkan”, katanya.

Namun, imbuh Suwondo, karena keterbatasan APBD yang ada di Kabupaten Wonosobo, dalam penetapan APBD pembangunan jalan rusak tersebut mentok. Pihaknya berharap pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun ini segera menganggarkan perbaikan jalan dan pembangunan secara menyeluruh bisa dilakukan di tahun berikutnya.

“Dalam waktu dekat ini saya akan mendesak DPUR untuk bisa segera menambal titik-titik jalan yang rusak dan berlubang di jalur Bululawang Deroduwur. Perbaikan jalan sementara itu diharapkan akan memperlancar transportasi warga menuju Kalibeber dan Wonosobo”, paparnya. SuaraBaru.id/Muharno Zarka

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here