Bagikan

WONOSOBO-Jalan alternatif Selomerto-Kertek di Desa Sumberwulan Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo longsor dan rusak. Kondisi jalan yang longsor dan berlubang cukup membahayakan pengguna jalan.

Jalan longsor sekitar 10 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter. Sedang di beberapa titik jalan juga terdapat lubang yang cukup lebar dan dalam. Situasi tersebut tentu saja membuat banyak pengguna jalan merasa terganggu ketika melawati jalan tersebut.

Akibat jalan longsor dan rusak, pengguna jalan baik dari arah Selomerto maupun dari jalur Kertek harus melewati jalan secara hati-hati dan bergantian. Pada jam-jam sibuk seperti pagi atau sore hari, sering macet dan terjadi antrian panjang.

Guna mengurai kemacetan dan memandu pengguna jalan, beberapa pemuda setempat harus rela mengatur lalu lintas yang ada. Jika tidak ada yang mengatur lalu lintas dikhawatirkan pengguna jalan saling berebut dan ada kemacetan yang lebih parah lagi.

Arif Sugiyarto (35), warga RT 5 RW 2 Desa Sumberwulan, kepada SuaraBaru.id, Minggu (24/3) siang mengatakan jalan yang longsor sudah terjadi satu bulan lalu, tepatnya 17 Februari 2019. Longsor terjadi karena saat itu terjadi hujan lebat sepanjang hari.

“Karena kondisi drainasi atau saluran air di pinggir jalan yang buruk, air hujan melimpah ke badan jalan. Aliran air tersebut kemudian menyebabkan senderan yang ada di pinggir jalan ambrol dan longsor”, katanya.

Selain itu, tambah Arif, dibawah senderan juga terdapat selokan. Jika terjadi hujan lebat dan air melimpah, selokan tidak mampu menampung debit air yang berlebih. Akibatnya senderan bagian bawah tergerus dan menyebabkan senderan di atasnya runtuh.

Hingga saat ini, menurutnya, belum ada tanda-tanda longsoran jalan akan diperbaiki. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo memang sudah beberapa kali meninjau lokasi jalan yang longsor, namun hingga kini belum ada perbaikan.

Belum Ditambal

Warga setempat dan pengguna jalan yang setiap hari melintas melalui jalan alternatif Selomerto-Kertek, berharap jalan yang longsor dan berlubang tersebut bisa segera diperbaiki. Sebab, jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang ramai dilalui warga.

Salah satu pengguna jalan asal Sudagaran Wonosobo, Rizal (20) mengeluh dengan kondisi jalan yang longsor tersebut dan sampai saat ini belum diperbaiki sama sekali. Karena akibat jalan longsor, pengguna jalan harus lewat secara bergantian.

“Saya setiap pagi harus lewat jalan tersebut untuk mengantar barang ke daerah Sumberwulan dan Plobangan Selomerto. Setiap pagi pasti terjadi kemacetan panjang karena banyak anak sekolah dan warga yang menuju Wonosobo maupun Kertek,” keluhnya.

Selain jalan longsor belum diperbaiki, lubang jalan Selomerto-Kertek juga kunjung ditambal. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melewati jalan tersebut untuk menghindari kecelakaan atau terseperosok ke lubang jalan.

Kerusakan jalan diduga akibat kualitas pembangunan jalan yang buruk dan drainase air di pinggir jalan yang tidak dipelihara secara baik. Lubang jalan saat musim hujan banyak digenangi air dan membahayakan pengguna jalan.

“Jika melintas di jalan tersebut pada malam hari, tak sedikit pengguna jalan yang jatuh akibat tidak tahu jika jalan yang dilewati berlubang. Pada siang hari pengguna jalan harus berjalan pelan-pelan untuk menghindari jalan berlubang”, kata Rizal.

Warga Desa Sumberwulan dan sekitaranya serta pengguna jalan yang biasa melewati jalan tersebut berharap jalan longsor dan berlubang segera diperbaiki sehingga jalan bisa dilalui dengan aman dan tidak terjadi kemacetan lagi.

suarabaru.id/Muharno Zarka

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here