Bagikan
Wallace Costa/dok

MAGELANG – Tim pelatih PSIS Semarang berencana mengevaluasi penampilan seluruh pemain setelah gagal lolos dari penyisihan grup Piala Presiden 2019 di Kota Magelang, 6-16 Maret. Head Coach PSIS Jafri Sastra sudah mengantongi rapor penggawanya. Rapor ini akan dijadikan bekal juru taktik yang tahun ini akan berusia 54 tahun itu untuk diserahkan ke manajemen. ”Catatan setiap pemain di Piala Presiden sudah ada di tangan, dan akan kami serahkan ke manajemen. Sebab, hampir semua pemain yang kami bawa di ajang pramusim ini kami turunkan dalam tiga laga penyisihan Grup C. Ini gunanya rotasi kami jalankan dari pertandingan satu ke pertandingan lain sehingga kami tahu potensi pemain dalam sebuah suasana pertandingan yang penuh tekanan,” ujar Jafri, kemarin.

Menurut data hasil pertandingan PSIS di tiga laga Piala Presiden, sebanyak 20 pemain Laskar Mahesa Jenar mendapat menit bermain. Adapun PSIS membawa total 25 pemain. Pemain yang belum mendapat kesempatan tampil adalah M Fadli (kiper PSIS U-19), Aqsa Saniskara (bek sayap PSIS U-19), Kelvin Wopi (bek sayap), Aldaier Makatindu (striker), dan Cho Chan-ho (gelandang Asia seleksi). Khusus untuk Chan-ho, pemain ini dipulangkan ke negara asalnya, Korea Selatan (Korsel), sebelum Piala Presiden selesai karena keracunan makanan.

Di sektor kiper, Jandia Eka Putra tampil dalam dua partai dan Joko Ribowo mendapat kesempatan sekali tampil. Untuk sektor bek, Jafri memainkan komposisi yang berbeda pada di setiap pertandingan. Hal serupa juga diterapkan di lini tengah yang selalu ada komposisi baru. Termasuk sekali kesempatan Arthur Bonai untuk tampil sebelum merapat ke pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia ke Australia. Hanya di lini depan, PSIS tak banyak perubahan. Hari Nur Yulianto, Septian David Maulana, dan Claudir Junior Marini menjadi trisula andalan.

Meski gagal memenuhi target manajemen untuk lolos ke perempat final, Jafri menyebut hal itu bukan harga mati. Dia lebih ingin para pemainnya tidak patah arang, tetap semangat dan termotivasi untuk bangkit di Liga 1 2019 yang bakal digelar Mei nanti. Pelatih asal Sumbar ini juga menunggu manual regulasi Liga 1. Dia ingin tahu apakah di kompetisi nanti masih wajib mendaftarkan minimal tujuh pemain U-23 atau sudah dihapuskan. (rr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here