Bagikan
Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis setelah sampai di Puskesmas Penawangan. Foto: Hana Eswe

GROBOGAN – Seorang kakek bernama Ahmadi (78) ditemukan tewas di sawah yang berlokasi di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, Senin (25/2). Jasadnya ditemukan rekan kerjanya sesama petani, yakni Kusno (39), Witiknyo (60), dan Kusrin (53) saat akan bekerja di sawah tersebut, sekitar pukul 09.15 WIB. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini dipicu karena korban menghirup obat semprot pertanian.

Kronologi bermula ketika korban yang beralamat di Desa Ngeluk RT 11 RW 1, Kecamatan Penawnagan ini berpamitan dengan keluarganya pergi ke sawah sekitar pukul 07.00 WIB. Beberapa jam kemudian, saksi Kusno, melihat korban terjatuh saat hendak menyemprot rumput. Warga Desa Wedoro ini lalu memanggil dua rekannya, Witiknyo dan Kusrin. Melihat kondisi korban yang dipanggil tidak kunjung bereaksi, ketiganya berinisiatif membawa korban ke Puskesmas Penawangan.

Rekan kerja korban mengantarkan jasad korban ke rumah duka. Foto: Hana Eswe

Sesampainya di Puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia. Hal tersebut dikatakan langsung Kapolsek Penawangan AKP Wakijo. Saat dikonfirmasi, pihaknya membenarkan jika telah ditemukan seorang petani yang tewas di sawah yang berada di Desa Ngeluk. Namun, jenazah korban sudah diserahkan keluarganya untuk dimakamkan.

“Kami masih dalami peristiwa ini. Perkiraan, korban meninggal karena kecapekan. Namun, ada kemungkinan lain meninggalnya korban karena menghirup obat semprot pertanian,” ungkap Kapolsek AKP Wakijo.

Peristiwa petani meninggal karena obat semprot juga pernah terjadi di Desa Menduran, Kecamatan Brati pada bulan Januari silam. Insiden tersebut menimpa Siswanto (62) warga setempat.

Terkait kejadian ini, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto mengatakan, selama ini pestisida yang beredar di kalangan pertanian sudah sesuai dengan ketentuan saat dipergunakan, yakni aman dan tidak sampai menimbulkan kematian. Namun, adanya kejadian ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan untuk mengetahui kepastian penyebab meninggalnya Ahmadi.

“Kebiasaan petani mencampur pestisida dengan bahan kimia lainnya harus dihindari. Gunakan pestisida sesuai dengan ketentuannya. Kami tentu akan mendalami peristiwa ini melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Kami juga mengimbau para petani agar menggunakan masker saat melakukan penyemprotan tanaman,” ujar Edhie, sapaan akrabnya.

suarabaru.id/Hana Eswe

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here