Bagikan
MENANAM : Kegiatan positif anak-anak dari KB-TK Baitunnur Kota Blora sedang rekerasi hutan, dengan diisi kegiatan menanam. Foto : Wahono/

BLORA – Pengenalan fungsi hutan pada anak usia dini (TK), terus digulirkan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, dengan mengajak anak-anak rekreasi ke kawasan hutan.

Di hutan, anak-anak juga diajak menaman pohon jenis rimba, dan buah di area petak 118-A Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Kalisari, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisari.

“Ini kegiatan yang sangat positif, kami apresiasi dan fasilitasi,” jelas Kasi Kelola SDH Perhutani KPH Blora, La Ode Sahara, Jumat (15/2).

Kegiatan rekreasi hutan, sekaligus pengenalan dan cinta lingkungan hijau, adalah sesuatu yang positif, agar anak-anak tumbuh bersama lingkungan hijau sejak dini.

Kali ini, anak-anak tersebut dari Kelompok Bermain (KB) Taman Kanak-Kanak (TK) Baitunnur Blora. Tidak hanya rekerasi, tapi diisi kegiatan menanam.

Bibit pohon yang ditanam di wilayah hutan negara Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora, adalah sebanyak sebanyak 1.500 plances, tambah La Ode.

Sedangkan jenis bibit yang ditanam, seperti trembesi, kelengkeng, duwet, alpukat, durian dan lain-lain.

Valentine Day

Kegiatan kali ini, juga program rutin tahunan yang dilaksanakan Perhutani KPH Blora, dan kali ini melibatkan siswa KB-TK Baitunnur

“Moment ini sangat tepat, karena bersamaan dengan hari kasih sayang (valentine day), implementasinya kita ajak menyayangi hutan dan lingkunganya,” jelas La Ode Sahara.

Menurut Kepala Seksi Kelola Sumber Daya Hutan Perhutani KPH Blora, kegiatan tersebut terus berlanjut, dan tersedia lahan luas untuk masyarakat lainnya.

Kepala KB-TK Baitunnur Blora, Yelly Novitarini, mengaku sangat senang dengan kegiatan yang difasilitasi Perhutani.

Menurutnya,  hutan sangat bermanfaat sebagai penyangga kehidupan makluk hidup, terutama manusia, karena itu sangat penting mengenalkan dan mengajak menanam siswa didiknya.

Terpisah, Wakil Admistratur Perhutani KPH Blora, Andrie Syailendra,  mengajak seluruh komponen  masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan lingkungan disekitarnya.

“Terlebih untuk lingkungan yang ada di dalam kawasan hutan, karena lingkungan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita dan mahluk  hidup yang lain,” katanya. (suarabaru.id/Wahono).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here