Bagikan
Joget bersama

SARANGAN-Suasana akrab, meriah, dan penuh kekeuargaan, kembali mewarnai acara reuni alumni 1973 di tahun 2019 yang diselenggaran di Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Sebelumnya tahun 2018 acara serupa diadakan di Kampung Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Sejak mereka berdatangan di Hotel Telaga Mas, Sarangan (persis pi.enggir telaga Sarangan persis), para peserta yang datang dari seluruh penjuru kota seperti Jakarta, Bali, Malang, Semarang, Sragen, Yogyakarta, Salatiga, Boyolali, dan lainnya, suasana sudah terlihat sangat akrab. Bahkan layaknya ketemu saudara, masing-masing rombongan masing-masing koordinator wilayah (Korwil), rata-rata membawa buah tangan beraneka makanan. Seperti salak, tahun, kacang, dan sebagainya.

Ketika acara dimulai sekitar pukul 19.00 suasana makin marah. Setelah  sambutan panitia yang dikomandoi Tun Santoso (Korwil) Jatim, acara langsung menghangat dengan tampilnya beberapa peserta yang membawakan lagu dengan iringan solo organ.

Tak ketinggalan mereka saling berswafoto dengan ”sohibnya” masing-masing. Di antara peserta reuni juga ada yang memanfaat spedboet untuk mengelilingi Telaga Sarangan. Seolah mereka sudah melupakan rasa capek di perjalanan, meskipun ada yang semalam suntuk harus menempuh perjalanan, baik dengan kereta maupun mobil.

Bahkan saking semangatnya, meskipun masih di tengah hiruknya susana di awal acara dan oenyambutan peserta yang baru pertama datang, sudah ada yang menyinggung untuk tenpat reuni di tahun depan.

Di tengah acara yang makin asyik karena saling joget bersama, Hartono, salah satu peserta dari Jakarta, minta waktu mengumuman bahwa SMAN 1 Sragen, tempat mereka dulu belajar, kini tengah membangun masjid. Akhirnya secara spontan dilakukan ”saweran” untuk sekedar memberi bantuan pelaksanaan pembangunan masjid.

Christanto yang selama ini didapuk sebagai ketua alumni 1973 atau lulusan 1973, mengaku bangga dengan kekompakan teman-temannya dan rasa persaudaraan yang dibangun selama ini. Meskipun mereka berasal dari daearah yang jauh tetap semangat untuk sekedar bertemu dengan teman-teman sekolahnya dulu.

Sementara Penasihat, Edi Susanto juga merasa serupa. Mengingat antuasiasnya rekan-rekan yang mendatangi acara reuni, dia bersama Tun Santosa, dengan ikhlas menyediakan kendaraan dan menjemput mereka. ”Semua saudara kami, selama kondisi memungkinkan kami akan membantu teman-teman agar suasana makin meriah dan persaudaraan makin mantab,” ungkapnya.(SuaraBaru.id/mbahmul)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here