Bagikan
LEDOK : Walikota Prabumulih H. Ridho Yahya didampingi Wabup Blora H. Arief Rohman, berkunjung ke salah satu sumur minyak tua di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Blora. Foto : Ist/Wahono/

BLORA – Walikota Prabumulih, Sumatera Selatan, H. Ridho Yahya bersama pimpinan DPRD dan rombongan, jauh-jauh datang ke kabupaten penghasil kayu jati, Blora, untuk belajar pengelolaan sumur minyak tua.

Ridho Yahya, memimpin sendiri rombongannya, dan tiba di Blora, Rabu (30/1). Tamu dari Provinsi Sumsel tersebut, diterima Bupati Blora H. Joko Nugroho, Wabup H. Arief Rohman, dan Kepala OPD terkait.

Menurut Bupati Blora Djoko Nugroho, pengelolaan sumur minyak tua yang ada di daerahnya adalah yang terbaik, dan dikelola berdasar regulasi.

Sumur minyak tua dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sedangkan masyarakat yang tergabung dalam komunitas penambang lokal diberikan izin Pertamina untuk mengelolanya.

Disi lain, tambahnya, Blora juga akan belajar ke Pemkot Prabumulih soal tata cara pengelolaan city gas atau jaringan gas rumah tangga, karena program city gas telah dikelola baik oleh BUMD Prabumulih.

“Alhamduillah, bisa saling belajar, Prabumulih soal sumur minyak tua, nanti kami belajar pengelolaan city gas,” kata Bupati Blora.

Gas Rumah Tangga

Walikota Prabumulih, Ridho Yahya yang hadir bersama pimpinan DPRD, beberapa OPD terkait, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berterus terang ingin belajar pengelolaan sumur-sumur minyak tua.

Soal  jaringan gas rumah tangga, di Prabumulih pada 2018 mendapatkan tambahan 6000 sambungan rumah tangga, tambahan baru dari ribuan sambungan yang sudah ada.

Perlu diketahui, program city gas di Blora sejak dibangun lima tahun lalu, baru kini terelasisai di wilayah Kecamatan Kradenan sekitar 700 sambungan saja.

Namun untuk sumur minyak tua di lapangan Ledok, Desa Ledok Kecamatan Sambong, Blora, terdiri 196 titik sumur, 125 diantarnya telah beroperasi dan berproduksi dengan menggunakan timba tripod (tiga kaki pipa).

Produksi selama 2018 sebanyak 9.290.890 liter atau 58,430 barrel, jika dirata-rata setiap bulan menghasilkan minyak 775.000 liter atau 4,870 barrel.

Di Blora, pejabat Pemkot Prabumulih sempat melihat dari dekat sumur minyak tua, dan berkunjung ke Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) Politeknik Energi dan Mineral (PEM-Akamigas) Cepu, Blora. (suarabau.id/Wahono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here