Bagikan
Gus Muwafiq saat memberi tausyiyah dalam Halaqoh Kebangsaan di Kudus. foto: Tm

KUDUS – Halaqoh Kebangsaan yang digelar Barisan Santri Nasionalis di Hotel Gripta Kudus, Selasa (22/1), secara bulat menyatakan dukungannya untuk pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. Para santri ini juga mendeklarasikan diri untuk setia dan merawat tradisi menjaga NKRI.

Dewan Penasehat Barisan Santri Nasionalis Muhammad Yusuf Chudlori mengatakan acara ini untuk mendeklarasi dukungan kemenangan pasangan capres Jokowi-Ma’ruf. Ia menyebut ada alasan untuk memilih lokasi di Kabupaten Kudus. Ia berharap dengan digelarnya di Kudus dapat memberikan berkah kemenangan pilkada untuk memotivasi kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Kudus start awal perjuangan, berkahnya para wali dan semangat kemenangan pilkada Kudus menjadi motivasi untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” ucapanya saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan, saat ini pemilihan memang tinggal menunggu waktu. Pemilihan akan dilakukan pada tanggal 17 April 2019. Untuk itu, nasib kedepan akan segera ditentukan.

“Maka dari itu, kami mengajak seluruh jajaran, para kyai, santri di Jawa Tengah untuk segera merapatkan sofnya masing-masing dan bergerak menyambut 17 April untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf,” jelasnya.

Menurutnya, Jokowi kepemimpinannya sudah jelas. Baik program hingga keberpihak presiden Jokowi kepada masyarakat. Salah satunya adalah program dana desa. Pasalnya menurutnya program tersebut sudah dirasakan di seluruh desa di Indonesia.

“Baru kali ini desa merasakan anggaran satu miliar. Ini bukti Jokowi dapat menyejahterakan rakyatnya,” ungkapnya.

Selain itu, adanya organisasi HTI dulunya tumbuh besar. Namun ketika Jokowi menjadi presiden, HTI resmi dibubarkan.

“Yang berani pembuaran HTI adalah dari pemerintahan Jokowi. HTI dibiarkan besar NKRI akan hancur. Maka kita semua mempertahankan NKRI mempertehankan islam,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh hadiri untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Apalagi, cawapres Jokowi adalah seorang ulama yakni Ma’ruf Amin. Menurutnya beliau ada orang tua sendiri.

“Bapak e maju, mosok santrine masih tenger tenger (diam saja). Maka mulai hari ayo, kita bersama sama untuk mengawal. Untuk memenangkan pasangan nomor urut satu,” tutupnya.

Sementara itu, selesai melakukan deklarasi selanjutnya diisi dengan halaqoh yang diisi KH Ahmad Muwafiq. Menurut ulama yang dikenal sebagai budayawan nusantara tersebut, faham-faham Islam radikal semacam HTI sebenarnya merupakan gerakan-gerakan yang tidak bertuan.

”Di Negara asalnya, organisasi ini sudah dilarang. Dan gerakan-gerakan yang ada di Indonesia merupakan gerakan liar semacam Ronin, samurai tak bertuan,” ujarnya.
Oleh karena itu, ulama yang akrab disapa Gus Muwafiq mewanti-wanti masyarakat Indonesia terutama warga Nahdliyin untuk terus menjaga tradisi dan membentengi diri dari faham-faham yang ingin menghancurkan Ahlussunnah Wal Jamaah tersebut. suarabaru.id/Tm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here