Bagikan
PARTISIPASI: Jajaran Polres Magelang berpartisipasi menyingkirkan ranting dan dahan kayu di lokasi longsor Desa Krasak, Salaman, Jumat pagi (18/1).

SALAMAN – Jalan Raya Magelang-Purworejo tertimbun tanah longsor cukup tebal, Jumat (18/1) sekitar pukul 03.00. Titik longsor di Dusun Gesing, Desa Krasak, Kecamatan, Salaman, Kabupaten Magelang. Upaya menyingkirkan longsoran tanah sampai Jumat sore belum tuntas, sehingga belum bisa dilalui mobil dan sepeda motor.

Material longsoran sepanjang 30 meter dengan ketinggian 3-5 meter menutup ruas jalan raya provinsi tersebut. Selain memutus jalur lalu-lintas, longsor juga memutus jaringan kabel listrik milik PLN dan juga kabel telepon. Material longsoran menutupi lebar jalan seluas 10 meter dan tidak menyisakan sedikitpun ruang. Longsor juga menumbangkan sejumlah pohon, tiang lampu penerangan jalan.

Petuga kepolisian dan warga langsung menutup jalur menuju Salaman sejak dari simpang tiga Bundaran Salaman, hingga simpang tiga Kajoran.

Tanah yang longsor adalah kebun dengan tanaman albasia dan jenis tanaman lainnya yang berada di sebelah timur jalan, wilayah Dusun Gesing, Desa Krasak. Kebun tersebut milik Umi Azizah dan Muhammad Bahtiar warga Krajan, Bandongan, serta milik Ngasaroh warga Gabug, Tempuran, Kabupaten Magelang. Longsor itu akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sejak siang hari.

Kasat Lantas AKP Setya Budi Waspada mengatakan, pengguna jalan menggunakan sepeda motor masih bisa melalui beberapa jalur alternatif berupa gang atau jalan desa. Sedangkan mobil kecil dari arah Magelang yang hendak ke Wonosobo dilewatkan pertigaan Krasak belok ke kanan – Bumiayu- Pasar Kajoran – Kaliangkrik – Wonosobo. Sementara itu mobil kecil dari arah Purworejo dilewatkan Mangklong belok kiri – Jamblang – Cawangan, Kaliabu – Wonosobo.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Supranowo, mengatakan, untuk menyingkirkan longsoran tanah yang di sisi utara menggunakan alat berat milik Bina Marga Jateng dan Kodim Magelang. Sementara itu dua alat berat yang di sisi selatan juga ada dua unit. Kendati demikian sampai sekitar pukul 14.00 penyingkiran longsoran tanah baru mencapai sekitar 10 persen. Upaya itu akan diselesaikan sampai sore hari dan akan dilanjutkan Sabtu pagi (19/1). ”Kalau hujan akan dihentikan, tidak hujan saja jalannya sudah licin sekali,” katanya.

Warga yang berada di seberang jalan yang terkena longsor, Samiyar (41) dan Pupus (16), mengaku mendengar suara glodak glodak seperti orang membongkar batu dari truk, sekitar pukul 03.00. Lantas kedua orang itu ke luar rumah melihat tanah di depan rumah mereka longsor menutup jalan. Ketika itu lampu masih menyala. ”Tak lama kemudian dua travo listrik menyala seperti kembang api dan meledak,” kata Pupus, warga RT 1, RW 1, Dusun Jamblang, Desa Kaliabu.

Beruntung longsoran tanah hanya sebatas menutup jalan dan tidak sampai seberang jalan. Padahal di sekitar bengkel cat milik Sumiyar itu ada dua buah bus dan sebuah mobil pikap L-300 yang parkir di pinggir jalan. ”Bisnya tidak kena longsoran tanah, hanya kena ranting pohon yang tumbang,” kata Sumiyar.

Sehubungan jalan utama yang menghubungkan Magelang-Purworejo-Kebumen-Banyumas itu tidak bisa dilalui sama sekali, arus lalu lintas di jalur itu dialihkan. Sejak pagi hari warga setempat yang dekat dengan gang-gang jalan pintas membantu mengarahkan pengguna jalan melalui jalu alternatif. (ach)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here