Bagikan
PRAKTIK : Saat peserta pelatihan kewirausahaan PMT warga Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Blora, praktik membuat makanan olahannya (PMT) untuk ibu hamil. Foto : Wahono

BLORA – Masyarakat desa hutan di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, mendapat pelatihan dan pendampingan kewirausahaan dari Pusat Pengembangan Sumber Saya Manusia Instititut Pertanian Bogor (P2SDM IPB).

Dari program tersebut, tim dari IPB memberi pelatihan kewirausahaan pembuatan makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil, pelatihan budidaya tanaman jahe merah, dan pembuatan makanan ikan (air tawar).

“Kami sudah beberapa hari di Jiken, di desa ini melatih dan mendampingi warga desa untuk berwirausaha,” jelas Hasto Suprapto, salah satu tutorial dari P2SDM IPB, Jumat (28/12).

Dua desa yang jadi obyek pelatihan berbasis kompetensi dan pendampingan, adalah Desa Cabak dan Desa Nglobo. Untuk warga Cabak dilatih pembuatan olahan pangan dan makanan ikan, di Nglobo tehnik budidaya jahe merah.

Khusus pelatihan PMT, jelasnya, digelar di aula kantor Desa Cabak. Program ini dipandu narasumber Reisi Nurdiani (IPB), diikuti 22 kader Posyandu, anggota PKK dan bidan desa.

Di Blora, P2SDM IPB, mendapat dukungan Pertamina Ekplorasi Produksi Alas Dara Kemuning (PEPC ADK) dan Satuan Kerja Pelaksana Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, Madura, dan  Nusa Tenggara (Jabanusa).

“Kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan dari corporate social responsibility (CSR) PEPC ADK-SKK Migas,” jelas Hasto Suprapto.

Materi

Pelatihan diawali dengan pemberian materi terkait manfaat gizi seimbang untuk ibu hamil, pesan gizi seimbang untuk ibu hamil, kebutuhan gizi ibu hamil, pengetahuan tentang PMT dan meteri penting lainnya.

Peserta tampak cukup antusias, karena selain diisi dengan diskusi interaktif, juga ada sesi tanyajawab cara pembuatan makanan tambahan, dan pentingnya makanan bagi ibu hamil.

Pelatihan dilanjutkan praktik PMT yang dipandu narasumber. Dalam sesi praktik, butuh waktu 1,5 jam, mulai dari persiapan bahan, persiapan alat-alat hingga menghasilkan makanan olahan, tambah Hasto lagi.

Bahan-bahan juga gampang didapat di desa, seperti singkong, pisang, labu dan wortel. Ada dua jenis makanan tambahan yang dipraktikkan, yakni serabi manis labu, dan singkong gulung isi abon.

Pelatihan kewirausahaan dan pembuatan pakan ikan yang merupakan program CSR PEPC ADK-SSK Migas, bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat untuk kemandirian berwirausaha, tutup Hasto Suprapto.(suarabaru.id/wahono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here