Bagikan
BERITA HOAKS : Polres Blora memasang spanduk di banyak titik, sekaligus pesan khusus waspada berita (info) hoaks, agar masyarakat menyikapi informasi dengan bijak. Foto : Wahono

BLORA – Perayaan Natal bagi umat Nasrani dan malam pergantian tahun baru 2019 segera tiba. Untuk keperluan itu, ¾ personil Polres, dan didukung personil pengamanan institusi terkait di Blora, dipersiapkan untuk pengamanan.

Tidak hanya fokus pengamanan, Kapolres Blora AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto memberikan pemahaman, perbedaan adalah rahmat dari Allah, dan berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan.

“Mari menjaga Blora tetap kondusif, menjaga persaudaraan, persatuan, kesatuan dalam bingkai kebhinekaan,” ajaknya, Kamis (20/12).

Pesan lainnya, kepada masyarakat yang akan keluar rumah menunaikan ibadah, berlibur keluar kota atau keluar negeri, hendaknya rumah dalam keadaan terkunci, segala peralatan listrik agar di matikan.

Cara paling sederhana dan efektif, jangan lupa rumah dititipkan juga kepada tetangga, saudara, kerabat, teman, ketua RT-RW yang saat Natal serta tahun baru tidak bepergian.

“Lebih baik titip rumah pada tetangga, saudara, dan kerabat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjut Anang.

Berita Hoaks

Bagi masyarakat yang beragama Nasrani, kata mantan Kasubditgakku Ditpolair Polda Jateng, diucapkan selamat merayakan Natal, dan Polres Blora siap mengamankan setiap kegiatan ibadah supaya tetap aman, dan kondusif.

“Warga Blora agar senantiasa saling menghormati antarumat beragama, agar daerah tercinta ini senantiasa  aman, tentram, damai dan guyub,” katanya.

Menurutnya, pendataan gereja dan sterilisasi dan pengaman sudah disiapkan dengan menggelar latihan pra-Operasi (Latpraops) Lilin Candi 2018.

Khusus malam pergantian tahun baru nanti, pengamanan akan lebih diperketat, dan diturunkan sedikitnya 260 anggota. Sednakgan personil yang berada di Pospam dan Posyan bersiaga 24 jam penuh.

Pesan lain, dalam merarakayan tahun baru nanti, masyarakat diminta  menjauhi sikap intoleransi, faham radikalisme, menjauhi narkoba, dan minuman keras, karena dapat merusak akhlak manusia serta generasi bangsa.

Bagi pengguna media sosial, lanjutnya,  masyarakat diminta lebih bijak, terutama dalam menanggapi informasi atau berita, harus benar-benar di analisa/cek kebenarannya hoaks atau tidak

“Agar tidak menimbulkan kebencian, dan merugikan orang lain, ajaklah keluarga, saudara, kawan, tetangga menghindari berita hoaks,” ajak Kapolres Blora AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto SIK, MH.(suarabaru.id/wahono)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here