Bagikan
DI BLORA : Setelah prosesi pelantikan PW Ishari NU Jateng, digelar rakat kerja Ishari dipimpin Ketua Ishari Jateng, Sholikin, S.Ag, M.Ag, di Blora, Minggu (25/11). Foto : Wahono

BLORA – Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Seni Hadroh Republik Indonesia (Ishari) NU Jawa Tengah, dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Ishari, Sholikin, Minggu (25/11).

Prosesi pengukuhan digelar di Hotel Al Madina, Blora. Ishari NU, masuk dalam badan otonom (banom) baru di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) sejak muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur.

Dijelaskan Ketua PW ISHARI NU Jawa Tengah, Sholihin Hasan, lokasi pelantikan sengaja ditempatkan di Blora, karena kabupaten ini memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya NU di Indonesia.

“Setahun pasca NU berdiri dan terbentuk di Surabaya pada 1926, NU Blora menjadi pengurus cabang pertama yang mendeklarasikan diri pada awal Mei 1927,” jelas Sholihin.

Torehan sejarah NU Blora, berdasarkan laporan majalah terbitan PWNU Jateng pada 1971.

Bahkan Kala itu, hadir untuk melantik para pengurus NU Cabang Blora, KH Abdul Wahab Chasbullah,” bebernya.

Cabang & Ranting

Di Jawa Tengah sendiri, menurut Sholihin, Ishari memiliki potensi besar untuk berkembang.

Sebab selain sudah dibentuk Pimpinan Wilayah tingkat provinsi, nantinya akan dilanjutkan untuk pembentukan pengurus di tingkat cabang atau kabupaten atau kota.

“Kami harapkan, dari jajaran pengurus yang dilantik hari ini, bisa menjadi hotspot bagi lingkungannya masing-masing,” tambah Sholikin lagi.

Menurutnya, pengurus nantinya membentuk pengurus di kabupatennya, dan bahkan sampai terbentuk di tingkat ranting, imbuhnya.

Dalam tubuh kepengurusan Ishari NU Jawa Tengah, tambahnya, anggota terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Ada dari pilar ulama, guru dan akademisi, pengusaha, swasta, birokrasi, politisi, advokat dan wartawan.

Sholikin melanjutkan, Keberadaan Ishari NU nantinya akan mengembang tugas untuk melestarikan kesenian hadrah di kalangan masyarakat, khususnya warga nahdliyin.

Organisasi tersebut, sejauh ini telah mewacanakan untuk menggelar sejumlah kegiatan yang bertemakan pelestarian kesenian hadrah, di wilayah Jawa Tengah.

“Kita lestarikan kesenian hadrah, yakni dengan mengacu pada dasar-dasar amaliyah yang benar dan baik,” tambah Sholikin.

Hadrah, merupakan bentuk sholawat, dan bagian dari wujud mencintai rasulullah,” terang Sholikin.(suarabaru.id/wahono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here