Bagikan
Setelah petugas membebaskan Kakek Repo Kertoyo dari lilitan tali yang digunakan gantung diri, warga bersama pamong desa segera mengusung korban untuk ditidurkan ke atas balai-balai tempat tidur, guna menjalani pemeriksaan oleh tim medis.(suarabaru.id/bp)

WONOGIRI – Masyarakat Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Minggu pagi (18/11), digemparkan oleh temuan orang tewas karena gantung diri di kandang sapi. Korban bernama Kakek Repo Kertoyo (80), warga Dusun Sambiroto RT 1/RW 3, Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro (45 Kilometer arah barat daya Kota Wonogiri).

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dan Kapolsek Pracimantoro AKP Dwi Krisyanto, melalui Kasubag Humas Polres Kormpol Hariyanto, menyatakan, pemicu korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, masih dalam penyelidikan petugas. Namun diduga, dia putus asa oleh derita sakit gatal yang menahuh dan tak kunjung sembuh, meski telah diobatkan kemana-mana.

Kejadian ini bermula ketika Minggu pagi (18/11), sekitar pukul 04.300, Sarman (49), yang menantu korban, akan berangkat pergi ke pasar. Secara kebetulan, dia melihat ada hal yang mencurigakan di kandang sapi milik mertuanya. ”Terlihat dari agak jauh, samar-samar seperti ada sesuatu yang menggantung,” jelas Sarman kepada petugas. Betapa kagetnya, ketika didekati ternyata Kakek Repo Kertoyo gantung diri memakai tali senar yang ujungnya diikatkan pada kerangka kayu kuda-kuda kandang sapi.

Kejadian ini, segera disampaikan kepada Saksi Ny Kasmi (44), dan ke para warga sekitar, serta dilaporkan ke pamong desa dan diteruskan ke Polsek Pracimantoro. Kapolsek Pracimantoro bersama Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Aiptu Aiptu Sentyakto Basyah Sutopo, Kanit Provos Aipda Joko Susilo dan Bhabinkamtibmas Bripka Adyng Restyo Mahendra, segera mendatangi ke rumah korban untuk melakukan penanganan. Ikut datang pula datang ke lokasi, personel TNI dari Koramil Pracimantoro dan tim medis dari Puskesmas Pracimantoro. Tiba di rumah korban, petugas dibantu pamong desa dan masyarakat, berupaya membebaskan jeratan tali senar yang melilit leher korban, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan yang mengarah pada tindak penganiayaan atau pembunuhan. Disimpulkan, penyebab kematian korban karena gantung diri. Diduga, korban telah nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri memakai cara gantung diri. Petugas menyita barang bukti berupa tali senar warna kuning sepanjang 281 Centimeter (CM).(suarabaru.id/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here