Bagikan
Bupati Wonogiri Joko Sutopo (kiri memakai topi dan baju putih), sesaat sebelum mengibaskan bendera start, memberangkatkan gerak jalan sehat massal yang diikuti ribuan orang, untuk memeriahkan milad Ke 106 Muhamadiyah.(suarabaru.id/bp)

WONOGIRI – Malam resepsi puncak peringatan milad Ke 106 Muhamadiyah Tahun 2018 tingkat nasional, Minggu malam (18/11), akan digelar di Pura Mangkunegaran Solo. Acara akbar ini, akan dihadiri oleh sekitar 10 ribu massa, terdiri atas para Pengurus Pusat (PP) Muhamadiyah bersama para Pengurus Wilayah (PW) se Indonesia, ditambah para Pengurus Daerah (PD) se Jateng, dan massa umat Muhamadiyah di Surakarta dan sekitarnya. Milad kali ini, mengambil tema ”Taawun untuk negeri.”

Menyambut Milad Ke 106 Muhamadiyah, Sabtu (17/11), di Kabupaten Wonogiri digelar jalan sehat massal yang diikuti oleh ribuan orang. Mengambil start dan finish di depan Rumah Sakit (RS) Muhamadiyah Wonogiri di Lingkungan Sanggrahan, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri. Gerak jalan sehat massal ini, dilepas keberangkatannya oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo, ditandai pengibasan bendera start. Ikut mendampingi Bupati, Ketua PD Muhamadiyah Wonogiri, Kusman, bersama para tokoh Muhamadiyah Kabupaten Wonogiri.

Jalan sehat massal ini, menempuh jarak sekitar 5 Kilometer (Km) melalui beberapa ruas jalan di wilayah Wonogiri Kota, dengan melintasi Kantor PD Muhamadiyah di Jalan Pelem Kota Wonogiri. Ketua PD Muhamadiyah Wonogiri, Kusman, menyatakan, panitia menyediakan hadiah utama berupa sebuah sepeda motor dan ratusan hadiah menarik lainnya. Seperti sepeda gunung, kulkas, magic com, dan aneka peralatan rumah tangga elektronik lainnya.

Selaras dengan tema milad ke 106, yakni ‘Taawun untuk negeri,’ bersamaan dengan peringatan Tahun 2018 ini, umat Muhamadiyah peduli mengumpulkan iuran untuk bentuan dana bencana alam yang melanda Tanah Air, seperti bencana di Lombok NTB dan di Palu Sulawesi. Masih dalam rangkaian momentum milad Ke 106, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Minggu (18/11), diharapkan dapat meresmikan RS PKU Muhamadiyah yang dibangun di Kampung Sanggrahan, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.

Kusman, menyatakan, PD Muhamadiyah Kabupaten Wonogiri, juga melayangkan undangan kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Semarang. ”Sebab saat berkunjung ke Wonogiri Tanggal 13 Agustus 2018 lalu, Pak Gubernur berpesan agar diundang untuk dapat hadir pada peresmian RS Muhamadiyah Wonogiri,” jelas Kusman. Bersamaan dengan acara peresmian RS PKU Muhamadiyah Wonogiri, akan dilakukan penyerahan wakaf bantuan tanah dan bangunan yang diserahkan secara hibah dari sejumlah anggota dan tokoh Muhamadiyah.

”Ada delapan orang yang peduli menyerahkan meyerahkan wakaf ke Muhamadiyah,” tandas Kusman. Antara lain, dari Almarhum Notaris Budi Hartoyo, berupa tanah dan bangunan yang terletak di sebelah utara SMA Negeri 1 Wonogiri. Berikut dari Ir Purwanto Jakarta, berupa tanah wakaf seluas 4 ribu Meter Persegi (M2) di Kecamatan Selogiri.

Selanjutnya dari H Riyanto, berupa tanah seluas 3 ribu M2 yang ditumbuhi hutan kayu jati yang telah merimbun di Kecamatan Slogoimo. Kemudian dari Dokter Joko berupa tanah seluas 8 ribu M2 di Kecamatan Ngadirojo. Terkait dengan serangkaian pemberian bantuan tanah wakaf ini, Kusman atas nama pribadi dan mewakili keluarga besar PD Muhamadiyah Wonogiri, menyampaikan ucapan terima kasih, dan berdoa semoga menjadi amal jariyah bagi pewakafnya, serta berguna dalam mendukung kepentingan dakwah Muhadmiyah.(suarabaru.id/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here