Bagikan
AMBRUK : Jaringan listrik di wilayah Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Blora, Jumat (16/11), ambruk diterjang lisus. Foto : Wahono

BLORA – Angin kencang (lisus) kembali menerjang wilayah Blora. Tidak hanya puluhan rumah rusak, lisus disertai hujan lebat, dan petir menggelegar membuat tiang (pal) listrik roboh.

Dampaknya, suplai listrik ke ratusan rumah pelanggan di sejumlah desa di Kecamatan Kedungtuban, Blora, Jumat (16/11) sore hingga malam padam.

“Beberapa tiang listrik ambruk diterjang angin, dan  rusak tertimpuk pohon,” jelas Manager PT PLN (Persero) Rayon Cepu, Blora, M. Alwi Sofian. “Petugas kami sedang membenahi kerusakan jaringan, mudah-mudahan segera teratasi,” kata Alwi.

Tidak hanya di PLN Cepu, listrik padam juga terjadi di wilayah kerja PT PLN (Persero) Rayon Blora, akibat gangguan jaringan dari dampak hujan deras, geludug, dan angin kencang.

“Ada 5.000 lebih listrik pelanggan padam, namun tidak lama setelah hujan reda listrik sudah nyala,” jelas Manager PT PLN Rayon Blora, Mahfud Sungadi.

Rontok

Diperoleh informasi, hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan Blora selatan dan kawasan lain di Blora.

Angin kencang dari arah selatan kali pertama menggoyang Kecamatan Kradenan, disusul Kedungtuban, Jepon, Bogorejo dan Kota Blora.

Puluhan rumah rusak dengan atap beterbangan, pagar tembok Pasar Rakyat Sido Makmur rontok beberapa meter, dan empat rumah serta bangunan lainnya porak poranda disapu angin.

Diberitakan Sabtu, 3 November 2018, berbarengan dengan pelaksanaan pemeliharaan jaringan jelang musim hujan, PT PLN (Persero) Rayon Cepu, Sabtu (3/11), dibikin pusing pohon dan baliho yang rontok akibat hujan lebat disertai angin kencang.  

Gangguan  mulai terjadi sekitar pukul 16:02 WIB, mengakibatkan hampir 100.000 sambungan (suplai)  listrik ke rumah warga (pelanggan), kantor, dan fasilitas publik padam. 

Terdata ada belasan titik jaringan tegangan menengah (JTM) antara Cepu hingga Randublatung, dan Kecamatan Kradenan mengalami gangguan listrik padam akibat jaringan tertimpuk pohon dan ranting yang patah.

Selain pohon, banyak seng beterbangan, papan reklame roboh, baliho terlepas dan terbang terbawa angin kencang banyak yang menimpa jaringan listrik penyebab sekitar 96.000 lebih saungan listrik ke pelanggan padam.  (suarabaru.id/wahono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here