Bagikan
PASAR RAKYAT : Inilah wujud bagian depan Pasar Rakyat baru di kawasan Gabus, Kota Blora, berupa pembangunan fisik kios, dan los dasaran. Foto : Wahono

BLORA –  Pemkab Blora segera membuka Pasar Rakyat untuk rakyat. Lantaran saat ini masih tahap finishing, termasuk bagian los belakang, maka akhir Desember 2018 baru akan mulai dibuka untuk pusat perekonomian rakyat.

Nantinya, pasar baru yang berlokasi di  jalan raya Blora-Randublatung KM-2,6  kawasan Gabus, Kecamatan Kota Blora, rampung digarap. Pedagang Pasar Induk, termasuk pedagang kaki lima (PKL), akan diboyong ke lokasi anyar itu.

“Sat ini masih tahap penataan di beberapa titik, nanti Akhir Desember ditempati,” jelas Kepala Dinas Perdagangan Koperasi & UKM setempat, H. Maskur, Kamis (4/10).

Menurut Maskur, di Pasar Rakyat itu telah dibangun sekitar 300 kios, dan los baru yang bisa menampung sekitar 1.500 orang bakul (dasaran).

Dengan kios dan los sebanyak itu, nantinya bisa menampung semua pedagang, bakul serta PKL yang saat ini berjualan di Pasar Induk Kota Blora, eks jalur rel, dan PKL di jalan Sumodarsono, tambah Maskur.

“Nanti diutamakan untuk pedagang atau pemilik kios, dan PKL di kompleks Pasar Induk dulu,” bebernya.

Ditutup

Proyeksinya, Pasar Rakyat itu terdiri empat blok, dan setiap bloknya terdapat 132 kios, satu los bisa menampung sekitar 288 tempat usaha bakulan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Maskur menegaskan, mulai akhir Desember nanti aktivitas di Pasar Induk pindah ke Pasar Rakyat Gabus, maka setelah semua pindah ke pasar baru itu, Pasar Induk akan ditutup Pemkab.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Blora pada tahun anggaran (TA) 2017, kembali mengalokasikan anggaran Rp 24,589 miliar (tahap II) untuk merampungkan 264 kios, dan satu los itu, disusul TA 2018 ini.

Dalam pembangunannya, proyek yang diawasi tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora itu, pada TA 2016 lalu (tahap I), sudah digelontor dana APBD Rp 10,699 miliar untuk pengurugan dan pembangunan pagar keliling.

Pasar itu, sekaligus wujud pengembangan kawasan perkotaan di selatan kota, termasuk akan dibangun sub terminal, sudah berdiri SPBU, bahkan kantor Camat Blora dipindah ke Gabus.

“Kota Blora harus terus berkembang, maka perlu ada pengembangan wilayah perkotaan agar lebih baik,” tandas Bupati Blora H. Djoko Nugroho dalam berbagai kesempatan.(suarabaru.id/wahono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here