Bagikan
Kapolsek Manyaran Iptu Abu Bakar Sidiq (kiri), bersama prosnel Tim SAR dan Koramil, menyerahkan mayat Kakek Suwarto Sadimin ke pihak keluarganya, untuk dimakamkan. Ini dilakukan seusai pemeriksaan oleh Tim Medis dari Puskesmas.(suarabaru.id/bp)

WONOGIRI – Suwarto Sadimin (80), seorang kakek yang hilang selama dua hari bagai ditelan Hutan Gembuk, Rabu (12/9) pukul 09.00, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan tewas. Warga asal Dusun Gembuk RT 1/RW 7 Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri ini, ditemukan tewas di lereng puncak deret Pegunungan Gajahmungkur, oleh tim gabungan yang melakukan pencarian sejak Selasa (11/9).
Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dan Kapolsek Manyaran AKP Abu Bakar Sidiq, melalui Kasubag Humas Polres AKP Hariyanto, Rabu (12/9), menyatakan, tim gabungan yang melakukan pencarian korban terdiri atas para personel Polsek dan Koramil Manyaran, bersama para relawan dari Tim SAR Wonogiri, pamong desa dan warga masyarakat. Penyebab kematian korban, diduga karena terpeleset di lereng puncak yang terjal, dan tidak ada yang segera menolongnya. Hasil pemeriksaan mayat korban, tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan yang mengarah pada indikasi penganiyaan atau pembunuhan.
Sebagaimana pernah diberitakan, pencarian Kakek Suwarto Sadimin dilakukan sejak Selasa (11/9) sampai malam hari, tapi gagal menemukannya. ”Ini tadi pagi dimulai lagi pencarian lanjutan, dan berhasil menemukan korban di lereng puncak pegunungan, sudah dalam keadaan tewas,” jelas Kapolsek Manyaran Iptu Abu Bakar Sidiq. Lokasi ditemukannya korban berada di tebing Gunung Bale, yang berjarak sekitar 2,5 Kilometer dari rumahnya. Dia ditemukan oleh Parman (62) warga Dusun Gembuk RT 2/RW 7, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Kondisi medannya berat, terjal, tidak ada jalan, banyak onak duri dan semak belukar.
Menurut Kabid Operasional Tim SAR Wonogiri, Ashari Mursito Wisnu, identitas korban dikenali bernama Suwarto Sadimin, kelahiran Wonogiri 6 Maret 1949, pekerjaan petani/pekebun, warga Dusun Gembuk RT 1/RW 7, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Untuk mengevakuasinya, dilakukan dengan bantuan tali dengan teknik pengambilan ‘vertical rescue.’ Baru setelah itu, ketika sampai di lereng landai, kemudian dipikul untuk dibawa turun menuju ke rumahnya. Setelah usai dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis, mayat Kakek Suwarto Sadimin kemudian diserahkan ke pihak keluarganya untuk dimakamkan.(suarabaru.id/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here