Bagikan
Wilayah Yogyakarta dan Surakarta diguncang gempa tektonik yang titik lokasinya berada di selatan Kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta pada kedalaman sekitar 62 Km di bawah permukaan laut selatan.(suarabaru.id/dok)

WONOGIRI – Wilayah Yogyakarta dan Surakarta, termasuk Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Rabu dinihari (29/8) pukul 01.36.36 WIB,  digoncang gempa bumi tektonik. Guncangannya cukup terasa, dan sempat membangunkan sebagian warga, untuk kemudian berhamburan keluar rumah, membunyikan kentongan bersahut-sahutan sebagai isyarat adanya ancaman bahaya.
”Begitu terasa ada guncangan gempa, saya terbangun dan langsung mengajak anggota keluarga ke luar rumah,” jelas Untung, salah seorang warga yang tinggal di Lingkungan Cubluk, Kelurahan Giritirto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri. Reaksi yang sama, juga dilakukan oleh Yanto, yang kemudian memukul kentongan sebagai isyarat adanya ancaman bahaya. Dalam sekejap, terdengar bunyi kentongan bersahut-sahutan yang dipukul berama-ramai oleh warga masyarakat.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, sejauh ini belum diterima adanya laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa yang muncul lewat tengah malam tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik itu memiliki kekuatan M = 5,2 SR (Skala Richter). Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,93 derajat Lintang Selatan (LS) dan 110,22 derajat Bujur Timur (BT). Tepatnya berlokasi di laut selatan pada jarak 114 Kilometer (Km) arah selatan Kota Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, pada kedalaman 62 Km.
Mencermati lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi berkedalaman dangkal ini, diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi itu dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).Yang guncangannnya di daerah Bantul, Yogyakarta, Karanganyar dan Wonogiri di wilayah Surakarta, Purworejo, Banjarnegara dan Magelang (Jateng), Trenggalek (Jatim). Menurut BMKG, dari hasil monitoring tidak ada gempa susulan, dan hasil pemodelannya menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Berkaitan ini, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengimbau agar masyarakat tetap tenang, dan jangan terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.(suarabaru.id/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here