Bagikan
Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina didampingi Ketua Bulan Dana PMI 2018, AKBP Kristanto Yoga Darmawan menyerahkan perlengkapan bulan dana PMI kepada panitia, (Suarabaru.id/dok)

 

MAGELANG– Panitia bulan dana PMI 2018 Kota Magelang dikukuhkan oleh Wakil Wali Kota Windarti Agustina di Pendapa Pengabdian, Rabu (29/8). Target yang ditetapkan kepada panitia yang diketuai Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan,  sebanyak Rp 260 juta.

Windarti optimis target dapat tercapai. Untuk itu panitia diminta melakukan sosialisasi ke para donatur mengenai pentingnya bulan dana PMI. Yang juga penting lakukan penggalangan dana dengan penuh tanggung jawab, dan laporkan hasilnya sesuai prosedur yang berlaku serta evaluasi.

Menurutnya,  kinerja PMI selalu menunjukkan tren meningkat. Hal ini dilihat dari target bulan dana yang selalu tercapai tiap tahunnya, dan penggunaan dananya bisa diatur dengan efisien dan efektif. ‘’Saya sangat apresiasi kepada  para sukarelawan PMI yang tanpa pamrih menolong sesama dan melayani masyarakat,’’ ungkapnya.

Sekretaris PMI Kota Magelang, Madiyono mengemukakan,  bulan dana PMI tahun 2017 berhasil mendapat dana dari para donator Rp 278 juta, dengan asumsi jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2017 sebanyak 132.918 jiwa.

‘’Dengan asumsi itu, maka per kapita penduduk mampu menyumbang dana PMI sebanyak Rp 2.091. Kami harap target tahun 2018 dapat tercapai, bahkan melebihi,’’ harapnya.

Mengenai penggunaan hasil bulan dana PMI, lanjutnya, digunakan untuk kemanusiaan, operasional dan sebagainya. Kalau daerah lain dana kemanusiaan hanya 50 persen, PMI Kota Magelang mampu menggunakannya sebesar 76 persen.

‘’Untuk operasional kami hanya memakai 19 persen dan 5 persen untuk kebutuhan lain-lain. Kalau daerah lain operasionalnya 30 persen dan 20 persen untuk lain-lain. Maka, PMI Kota Magelang sangat efisien dalam menggunakan dana hasil bulan dana PMI,’’ terangnya.

Ketua Bulan Dana PMI 2018, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan bulan dana PMI. Untuk mampu mencapai target, dia menyatakan ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi.

Antara lain nilai sosial harus terus dipupuk, tingkatkan budaya gotong-royong, antisipasi bencana atau fenomena alam lain, dan jangkauan layanan PMI terus diperluas.

‘’Indikator ini konsekuensi panitia agar memenuhi target. Paling tidak tahun ini bisa sebanding dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kalau ingin mendapat penghargaan tingkat Jateng, kenaikan perolehan bulan dana PMI mencapai 25 persen atau sebanyak Rp 347,5 juta,” ungkapnya. (Suarabaru.id/dh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here