Bagikan
Untuk pertamakalinya Pemkab Wonogiri menggelar festival sayur lombok, yang merupakan potensi kuliner masakah khas pedesaan. Ini digelar dalam ikut memeriahkan HUT Ke 73 Kemerdekaan RI.(suarabaru.id/bp)

WONOGIRI – Peserta festival sayur lombok dari Kecamatan Eromoko, tampil unik karena menyertakan lauk rempah burung emprit (pipit). Dalam rangka memeriahkan perayaan HUT Ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Selasa (7/8), Pemkab Wonogiri untuk pertamakalinya menggelar festival lomba memasak sayur lombok (cabai). Acara ini digelar di halaman sisi samping barat Pendapa Kabupaten Wonogiri, dibuka resmi oleh Bupati yang diwakili Wakil Bupati (Wabup) Edy Santosa, bersamaan dengan pembukaan festival seni karawitan pelajar Tahun 2018.
Sekda Wonogiri Suharno selaku Ketua Panitia Peringatan HUT Ke 73 Kemerdekaan RI, menyatakan, minat peserta untuk mengikuti festival sayur lombok ternyata luar biasa. Panitia, tandas Sekda Suharno, awalnya memprediksikan paling banyak akan diikuti 40 tim. Tapi ternyata jumlah pesertanya mencapai 50 tim. Mereka datang dari tim PKK tingkat kecamatan, PKK kabupaten dan dari berbagai dinas instansi atau OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dari masing-masing Perusda dan Perbankan se Kabupaten Wonogiri. Ikut hadir Dandim 0728 Wonogiri yang diwakili Kapten (Inf) Tono, Kapolres yang diwakili Kasat Binmas AKP Suwono beserta jajaran Forkompinda dan pimpinan dinas instansi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri pimpinan Bambang Haryanto, menurunkan tim koki pria dari personel relawan siaga bencana yang berpengalaman masak di dapur umum pada setiap terjadi bencana alam. Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede melalui Kasat Binmas AKP Suwono, menurunkan tim masak dari personel Polwan yang dipimpin Kabag Sumda Kompol Hadijah Sahab.
Masakah sayur (jangan-Bhs Jawa) lombok (Capsicum annum L), merupakan sayur khas Wonogiri yang keberadaannya telah ada sejak nenek moyang. ”Ini menjadi bagian dari potensi kuliner khas pedesaan yang memiliki nilai kearifan lokal khas Wonogiri,” tegas Sekda Suharno. Bahan bakunya dari lombok iris, yang dimasak dengan aneka bumbu dapur khas pedesaan, menyertakan santan kelapa, irisan tempe dan tahu serta pelengkap petai. Ini menjadi sayur yang enak untuk lauk, apalagi bila dilengkapi ayam goreng, ikan asin goreng atau telor dadar, dan lalapan daun pepaya, kecipir muda atau daun singkong rebus.
Dalam penyajiannya, ada pula yang melengkapi sayur lombok dengan rempah (olahan daging cincang yang dipadu dengan parutan kelapa) dan ‘dikepeli’ bagai glinding bakso. Camat Eromoko, Danang Erwanto, memunculkan ide baru bahan rempah memakai daging cincang burung pipit (emprit) yang teksturnya lembut, kaya protein rendah kolesterol, dan mudah diperoleh di lahan persawahan. Rasanya lezat dan ‘nglawuhi’ (cocok untuk lauk), sekaligus ini bermanfaat untuk mengendalikan populasi hama padi. Aspek penilaian menyangkut ketepatan waktu memasak, kelengkapan bahan yang digunakan, cita rasa, kesedapan masakan, dan tata penyajian yang dikombinasikan dengan nasi, tiwul, dan bahan pelengkap lainnya.
Tim juri memutuskan, juara I, II dan III masing-masing dimenangi oleh tim dari PKK Kabupaten, Kecamatan Giriwoyo dan BNI Cabang Wonogiri. Berikut untuk juara IV diraih oleh tim Polres Wonogiri.(suarabaru.id/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here