Bagikan
BUS UMUM : Anggota Satlantas Polres Blora membantu sebar info temuan mayat wanita gosong ke masyarakat di sejumlah bus umum. Foto : Hn

BLORA – Usaha Polres Blora menyingkap indentitas mayat wanita terbakar terus berlanjut. Minggu (5/8), tim Resmob kembali disebar melacak ke berbagai penjuru.

Kali ini, dua tim Reserse Mobil (Resmob) diturunkan ke berbagai lokasi, agar kasus mayat wanita terbakar bisa segera tersingkap.

“Belum ada titik terang indentitas mayat, dua tim kawan-kawan Resmob kembali kami sebar,”  tandas Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo.

Dalam satu tim Resmob, ada 12 personil Polri, khusus tim Resmob I turun di kawasan pantura timur. Sasarannya, berbagai lokasi di Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Tuba, Bojonegor (Jatim) dan sekitarnya. Tim Resmob II, bertugas menggali info di daerah Grobogan, Semarang, Solo, Sragen, Ngawi, Madiun (Jatim) dan sekitarnya.

“Anggota kami melacak di berbagai sasaran, dan masuk di tempat-tempat hiburan malam,” bebernya.

Bantuan Warga

Kasat Reskrim Polres Blora menambahkan, sejauh ini pihaknya mengakui belum bisa mengungkap indentitas mayat wanita terbakar itu.

“Kami harus kerja keras, dan mohon bantuan warga agar bisa segera  menyingkap indentitas mayat wanita terbakar,” tambahnya.

Sebelumnya, Kapolres AKBP Saptono menurunkan Bhabinkamtimas, dan anggota lainnya ke desa-desa untuk membantu menyingkap indentitas mayat gosong itu

Sebabnya, masuk hari keempat sejak penemuan mayat wanita terbakar, indentitasnya masih gelap. Belum ada seorangpun datang ke Polres untuk konfirmasi atau mengaku kehilangan anggota keluarganya. Jenazah wanita gosong itu, sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Jlubang, Kota Blora.

Sementara itu dari tempat kejadian perkara (TKP), selain mayat, anggotanya menemukan sedikit alat bukti berupa anting. Anting ini bisa dilihat di Mapolres, barangkali ada pihak keluarga yang mengenalinya, kata AKBP Saptono. Polisi menduga, mayat wanita terbakar di hutan jati wilayah Desa Sendawates, Kecamatan Kunduran, Blora, diperkirakan tewas akibat tindak kekerasan.

Polisi juga menggali TKP hutan jati petak 133d sebagai tempat pembuangan dan pembakaran mayat saja atau untuk aksi kekerasan.

Masih gelapnya indentitas mayat wanita gosong itu, membuat masyararakat makin penasaran, hingga sempat beredar khabar hoax di media sosial.

Di medsos, menyebut mayat itu seorang pemandu karaoke (PK) di Purwodadi, bernama Asry Maryati (23), dan terlibat cinta segitiga. Polisi memastikan khabar itu hoax.

Sesosok mayat hangus terbakar, di temukan warga di kawasan hutan jati masuk Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Blora, Rabu (1/8).

Hampir di sekujur tubuh korban hangus terbakar. Mayat berjenis kelamin perempuan diperkirakan usian 20-an tahun, tampak gosong, dan sulit dikenali.

Mayat diremukan di hutan petak 133d Resor Polisi Hutan (RPH) Ngawenombo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngawenombo, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora.(suarabaru.id/Hn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here