Bagikan
Gelombang laut selatan meninggi, personel baywatch yang menjaga pantai wisata Teleng Ria di Pacitan, Jatim, bergegas menepikan motorboat-nya. Bersamaan itu, menyeru kepada para pelancong untuk menepi.(suarabaru.id/bp)

PACITAN – Kawasan pantai selatan Pulau Jawa, kini tengah dilanda gelombang tinggi. Utamanya di sepanjang Pantai Pacitan (Jatim), Wonogiri (Jateng) dan Gunungkidul serta Yogyakarta (DI Yogyakarta). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tiga daerah lintas selatan-selatan tersebut, Kamis (19/7), mengumumkan tentang peringatan dini akan bahaya ancaman gelombang besar laut selatan.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pacitan, Jatim, Endang Surjasri, dalam siaran pers-nya, mengimbau kepada para wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata pantai, dilarang berenang di pantai. Juga dilarang berswafoto (selfie) di bibir pantai, atau di wilayah sapuan ombak laut selatan. Bagi pelancong yang ingin berkemah, diharapkan agar tidak terlalu mendekat dengan bibir pantai, dan senantiasa meningkatkan kewaspadaan untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan diri masing-masing.
Dari Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, mengeluarkan peringatan dini terkait kemunculan gelombang tinggi yang terjadi di wilayah pesisir selatan Jateng dan DIY. Hingga tiga hari ke depan, akan terjadi gelombang tinggi hingga 7 meter. Menyikapi peringatan dini dari BMKG tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, Kamis (19/7), menyerukan, demi menjaga keamanan dan keselamatan, para nelayan agar tidak melaut dulu, dan kepada para pengunjung obyek wisata pantai, khusunya di wilayah Kabupaten Wonogiri tidak mendekati garis pantai. Utamanya di sepanjang Pantai Nampu, Sembukan di wilayah Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri.
Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, menyatakan, gelombang tinggi laut selatan Pulau Jawa mulai terdeteksi sejak Rabu malam (18/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Yang dampaknya, telah menyebabkan kerusakan khususnya di Pantai Ayah dan Pantai Suwuk, Kabupaten Kebumen, Jateng, serta membuat beberapa warung dan kapal nelayan di wilayah tersebut mengalami kerusakan karena dihantam gelombang besar. Tinggi gelombang maksimum pada hari Rabu (18/7) mencapai 4 sampai 6 meter, yang kondisi ini membahayakan bagi nelayan dan wisatawan pantai. Karena itu, kepada mereka diberikan peringatan dini, untuk tidak melaut dan mendekati garis pantai selatan.
Dari pantauan satelit cuaca dan gradien angin yang dilakukan BMKG tanggal 18 juli 2018 pukul 19.00 WIB, pada skala regional terdapat pusat tekanan tinggi di Samudera Hindia sebelah barat Australia (1.023 milibar). Pusat tekanan tinggi di Samudera Pasifik sebelah timur Australia (1.021 milibar), badai tropis “Son-Tinh” di sekitar perairan Selatan Vietnam (994 milibar) dan badai tropis “Ampil” di Samudera Pasifik timur laut Philipina (996 milibar).
Interaksi kondisi cuaca tersebut, berdampak terhadap peningkatan kecepatan angin yang memunculkan gelombang tinggi, khususnya di perairan selatan. Potensi gelombang laut yang meninggi ini, diprakirakan masih akan berlangsung dalam tiga hari ke depan, dengan gelombang maksimum terjadi pada Kamis (19/7) berketinggian mencapai 5 sampai 7 Meter di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk di dalamnya Jatim, Jateng dan di sepanjang pantai Yogyakarta. Semua warga pengguna jasa kelautan, diseru untuk meningkatkan kewaspadaan dan diimbau agar tidak melaut terlebih dahulu. Sebab, gelombang tinggi ini sangat berbahaya bagi siapa pun, apalagi datangnya gelombang tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu.(suarabaru.id/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here