Bagikan
Perayaan ibadah Hari Lansia Nasional dan Pentakosta Adiyuswa Tahun 2018, digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, SMNet.Com/bp

WONOGIRI – Bertempat di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Sabtu (12/5), digelar perayaan ibadah hari Lansia (Lanjut Usia) Nasional dan Pentakosta Adiyuswa oleh Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ) Tahun 2018. Peringatan kali ini, mengambil tema ”Nggemeni Wekdal”  (Memanfaatkan waktu seefisien mungkin).
Kegiatan ini diikuti sekitar 2.000 orang, terdiri atas peserta dari Klasis Wonogiri. Yakni mereka yang datang dari GKJ Wonogiri Induk Sanggrahan Kota Wonogiri, GKJ Wonokarto wilayah Wonogiri Utara, dan GKJ Eka Kapti Kelurahan Wonoboyo Wonogiri.

Berikut peserta dari Klasis Surakarta yang meliputi dari GKJ Margoyudan, GKJ Joyodiningratan, GKJ Nusukan, GKJ. Gandengan Sala Timur, GKJ Danakusuman, GKJ Bibis Luhur, GKJ Dagen Palur, GKJ Cakraningratan, GKJ Wisma Panembah, GKJ Mojosongo, GKJ Immanuel Surakarta, GKJ Selokaton, GKJ Jebres, GKJ Petoran, dan GKJ Karangasem.
Selanjutnya para peserta dari Klasis Sragen yang berasal dari GKJ Sragen Kota, GKJ Gondang, GKJ Taman Asri, GKJ Sambirejo, GKJ Sidomulyo, GKJ Jagan, GKJ Tanon, GKJ Jambangan, GKJ Jatisumo, GKJ Jambeyan, GKJ Jenawi, dan dari GKJ Gambiran.

Kegiatan ini, dihadiri pula oleh Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede bersama jajaran Forkompimda, Bupati Wonogiri yang diwakili oleh Wakil Bupati Edy Santosa, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wonogiri Sriyono, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri Ustadz Soetopo Broto, Bapelsin Simon Yulianto, Bapelklas Pendeta Iron Saputra, bersama para Pendeta GKJ dari masing-masing klasis.

Mengawali acara ini, semua hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dirangkai dengan pemanjatan doa yang dipandu oleh Pendeta Agus Suharno, diteruskan penyampaian laporan Bapelklas XXXV oleh Pendeta Iron Saputra.

Menurut Pendeta Iron Saputra acara ini merupakan awal penataan induk rayon yang masing-masing terdiri atas  4 rayon. Kegiatan ini di selenggarakan di tiga tempat, yakni di pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Gedung Olahraga (GOR) Giri Mandala Wonogiri, dan di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Wonogiri, yang telah mengizinkan pemakaian tempat ini untuk kegiatan kami,’’ ujarnya.

Bapelsin Simon Yulianto, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah berkenan hadir dalam acara tersebut. ‘’Semangat adiyuswa ini merupakan semangat bagi jemaat dan kegiatan ini dihadiri sekitar 2.000 orang. Selamat bagi Adiyuswa, semoga lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan gereja,’’ tegas Simon Yulianto.

Ketua FKUB Kabupaten Wonogiri, Ustadz Soetopo Broto, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Abiyuswa. ‘’Sebagai pengurus FKUB Kabupaten Wonogiri, kami menekankan supaya kita rukun sesama umat beragama. Menegakkan NKRI merupakan kewajiban kita semua, apa pun agamanya. Perbedaan itu indah, tetapi yang penting kita saling menghargai, saling menghormati antar-agama,’’  tandas Soetopo Broto.

Bupati Wonogiri yang diwakili Wakil Bupatio Edy Santosa, menyatakan, Abiyuswa Jemaat GKJ memiliki semangat yang luar biasa, sehingga mampu menyelenggarakan acara ini dengan baik dan sukses. ‘’Pesan kebaikan merupakan tujuan setiap agama yang ada di Indonesia. Mari kita tingkatkan rasa peduli dan cinta kasih dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, dalam bernegara Indonesia yang terbingkai dalam Bhineka Tunggal Ika,’’ tegasnya.

Diingatkan oleh Edy Santosa, Hari Lanjut Usia (HLU) ditetapkan oleh negara jatuh pada setiap 20 Mei, di mana saat ini pemerintah sudah hadir dalam melindungi warganya, sehingga sebagai timbal baliknya harus muncul pula sifat yang sama dari warganya untuk melindungi negaranya.

Dalam situasi Kabupaten Wonogiri yang terus berkembang, umat Kristiani merupakan aset penting dalam Sesarengan Mbangun Wonogiri. ‘’Dalam kesempatan ini saya sampaikan ucapan selamat kepada umat GKJ yang memperingati hari lansia nasional ini. Tempat Pendapa Rumah Dinas Bupati ini, silahkan dipergunakan untuk tempat kegiatan agama, karena kami tidak membeda-bedakan agama apa pun,’’ ujar Wabup Edy Santosa.

Dalam kesempatan ini, massa umat GKJ tersebut melaksanakan ibadah doa bersama yang dipimpin oleh Pendeta Triatmadja. Acara ini juga dimeriahkan dengan hiburan sajian paduan suara yang mendendangkan lagu-lagu gerajani, dalam alunan irama nada yang syahdu.(SMNet.Com/bp)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here