Bagikan
Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) M Heri Amrulloh didampingi Wakil Bupati Edy Santosa bersama jajaran Forkompinda Wonogiri, memukul kentongan menandai penutupan TMMD Sengkuyung Tahap-I Tahun 2018 di lapangan Desa Ranggajati, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri.(SMNet.Com/bd)
WONOGIRI – Di tengah kebanggaan sebagai negara yang sangat demokratis, Indonesia kini tengah mengalami kerentanan terhadap konflik. Ini berkaitan dengan menguatnya politik identitas dan meluasnya berita hoax, serta ujaran kebencian berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar-aliran) yang terjadi hampir di seluruh Tanah Air.
Demikian ditegaskan Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) M Heri Amrulloh, ketika membacakan amanat Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono, saat tampil menjadi inspektur upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2018, digelar di lapangan Desa Ronggojati Kecamatan Batuwarno (50 Kilometer arah tenggara Kota Wonogiri).
Berkaitan dengan kerentanan terhadap konflik tersebut, Dandim menyerukan kita tidak boleh menafikan situasi ini, apalagi dalam waktu dekat kita akan menyambut pesta demokrasi. Sebagai perhelatan aspirasi rakyat, Pilkada serentak 2018 seharusnya dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memilih pemimpin yang transformatif serta memiliki komitmen dan integritas yang kuat kepada rakyatnya.
”Jangan menjadikan momentum pesta demokrasi ini hanya untuk memenuhi hasrat politik pribadi atau golongan, yang justru malah dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Oleh karena itu, tambahnya, pada kesempatan ini, saya ingin mengajak seluruh komponen bangsa, agar berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional dengan memanfaatkan pesta demokrasi secara bijak dan bertanggungjawab.
Memilih adalah hak setiap orang, namun yang paling utama, menjalankan kewajiban dan menghargai berbagai pilihan secara bertanggungjawab, demi rakyat dan bangsa Indonesia.

Upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2018, mernampilkan Komandan Upacara (Daup) Danramil-23 Karangtengah Kapten (Arh) Hadi Santoso, dan Perwira Upacara Pasipers Kodim 0728 Wonogiri Kapten (Inf) Prahmanto.

Penutupan ditandai dengan penyerahan kembali peralatan kerja, pemukulan kentongan nada ulul-uluk, dan penandatanganan berita acara penyerahan hasil TMMD oleh Dandim kepada Bupati Wonogiri yang diwakili Wakil Bupati Edy Santosa.
TMMD tahun ini mengambil tema ”TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa,” dengan harapan tidak hanya menghasilkan output berupa pisik semata, namun juga mampu membangun karakter bangsa, khususnya generasi muda. Hal ini penting, karena output tersebut akan mendorong outcome yang sangat berharga, yaitu generasi muda yang kompetitif dan kemandirian bangsa.

Pada bagian lain sambutannya, Dandim menyebutkan, sistem pertahanan terintegratif, salah satu diantaranya dilakukan melalui program TMMD yang juga sasarannya tidak hanya pembangunan kekuatan wilayah pertahanan yang tangguh, namun juga pembangunan fisik dan non fisik dalam mengakselerasi upaya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Dalam upacara tersbut, Pasiter Kapten (Inf) Agus Priyanto, melaporkan, hasil TMMD Sengkuyung Tahap-I Tahun 2018 ini, telah membangun jalan dengan cor beton sepanjang 1.000 Meter dengan lebar 2 Meter dan tebal 0,12 Meter, yang menghubungkan Dusun Gunungagung dengan kota Kecamatan Batuwarno.
Dibeayai dengan dana Rp 257,2 juta dari APBD Provinsi Jateng dan dari APBD Kabupaten Wonogiri, serta didukung dari swadaya masyarakat Rp 10 juta. Untuk kegiatan nonpisik, telah dilaksanakan penyuluhan dan ceramah oleh dinas dan instansi terkait bersama Kodim 0728 serta Polres Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here