Bagikan
Tempat penampungan akhir sampah (TPAS) Banyuurip, Tegalrejo, SMNet/dh

MAGELANG- Pemkot Magelang akan membangun tempat penampungan sampah terpadu (TPST) ukuran besar di Kampung Bojong, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan. Selanjutnya sampah itu diolah menggunakan teknologi. Residunya kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) di Banyuurip.

‘’Luas areal untuk TPST Bojong sekitar 4 hektare, memanfaatkan tanah eks bengkok. Tahun ini dilakukan pembebasan tanah untuk jalan masuk ke lokasi tersebut. Rencana tahun depan TPST Bojong  dibangun,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Machbub Yani Arfian, kemarin.

Selama ini Pemkot Magelang sudah memiliki sedikitnya tiga TPST ukuran kecil, salah satunya yang berlokasi di Jurangombo Utara.

Di lokasi itu sampah organik diolah menjadi kompos, sedang  sampah anorganik dijual ke bank sampa.

Machbub menerangkan, latarbelakang dibangunnya TPST Bojong  untuk mengolah sampah yang tidak bisa lagi ditampung di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA)Banyuurip. Karena cel penampung sampah di lokasi itu sudah penuh.

Meski TPSA itu milik Pemkot Magelang tetapi lokasinya di Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Luasnya sekitar 8 hektare. Yang digunakan untuk penampungan sampah 4 hektare terdiri 6 cel, yang semuanya sudah penuh.

 

KOlam penampungan air sampah (lindi) selanjutnya dibuat gas metan untuk memasak, SMNet/dh

Kedalaman setiap cel sekitar 7 meter dan toleransi ketinggian sampah hingga 3 meter. Setiap hari TPA menampung 350 m3 sampah atau 40 buah truk. Tanah sisanya dibuat kolam penampungan air lindi, tempat pembuatan dan penampungan kompos, taman dan sebagainya.

‘’Kami tidak bisa memperluas TPSA Banyuurip, karena tidak memperoleh izin dari Kabupaten Magelang. Alasannya tidak sesuai dengan tata ruang yang ditetapkan kabupaten. Karena itu kami membangun TPST ukuran besar di Bojong,’’ tuturnya.

Machbub menjelaskan, di TPST Bojong sampah diolah dengan menggunakan teknologi, sehingga yang tersisa tinggal residunya. Residu yang tidak bisa diolah lagi itu yang nantinya dibuang di TPSA Banyuurip.

Ditanya berapa dana yang dihabiskan untuk membangun TPST Bojong, mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Magelang itu belum menjelaskan anggarannya. ‘’Fokus kami sekarang adaah membebaskan jalan supaya truk bisa sampai ke lokasi TPST Bojong,’’ terangnya. (SMNet/Dh)

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here