Bagikan
Anggota Pramuka Gudep Ponpes Tidar Dudan melakukan atraksi bela diri.(SMN/dh)

MAGELANG- Sejarah baru terjadi di Kota Magelang hari Jumat ini (2/2/2018). Salah satu pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren (Ponpes) Tidar Dudan, Kelurahan Tidar Selatan, membentuk gugus depan (Gudep) Pramuka. ‘’Ini merupakan yang pertama gudep di ponpes,  dan akan menjadi contoh bagi ponpes-ponpes lainnya,’’ kata Ketua Kwarcab Pramuka Kota Magelang, Sumartono.

Pembentukan Gudep Pramuka Ponpes Tidar Dudan ditandai dengan penyerahan surat keputusan dan pemukulan gong oleh Ketua Kwarcab Pramukan Kota Magelang. Dilanjutkan dengan pertunjukan bela diri oleh anggota pramuka gudep tersebut.

Sumartono menerangkan, gerakan Pramuka adalah gerakan pendidikan karakter termasuk yang diutamakan di dalamnya pendidikan budi pekerti. Karena ini  merupakan hal penting yang harus terus-menerus diberikan kepada generasi penerus.

Sejalan dengan itu, lanjut Asisten Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Kota Magelang itu, sebagaimana tercantum dalam Kurikulum-13 (K-13) yang saat ini berlaku dalam sistem pendidikan nasional sejak 2013, maka kepramukaan dimasukkan sebagai ekstra kurikuler wajib di sekolah-sekolah. Termasuk sekolah-sekolah berbasis keagamaan, seperti pondok pesantren dan madrasah.

Sumartono menyerahkan surat keputusan pembentukan Gudep Pramuka Ponpes Tidar Dudan.( SMN/dh)

Dia mengemukakan, kegiatan kepramukaan juga melatih tentang kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab lewat kegiatan tradisi kepramukaan. Selain itu,  juga diberikan pendidikan seperti latihan kepemimpinan, pengetahuan pemadam kebakaran,  jurnalistik, penggunaan media sosial dengan baik, fotografi dan sebagainya.

‘’Pengetahuan tersebut diberikan untuk menambah wawasan para siswa, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan dan penanaman karakter bagi mereka.
Tentu saja metode pendidikan yang diberikan dilakukan dalam suasana gembira, diselingi nyanyian dan tepuk tangan. Kegembiraan mereka membantu mudahnya penyerapan pengetahuan yang diberikan,’’ tuturnya.  (SMN/dh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here